Peran Penting Penjaga Terowongan untuk Keselamatan Perjalanan Kereta

  • 14 Mar 2025 12:56 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api, ada sosok-sosok tak terlihat yang berperan sangat penting, khususnya di area terowongan. Mereka adalah penjaga terowongan. Ia bertugas untuk memastikan jalur rel tetap aman dan bebas hambatan bagi kereta api. Sehingga perannya begitu penting dalam menjaga infrastruktur transportasi milik PT KAI ini.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa setiap terowongan memiliki satu pos penjagaan yang dijaga oleh empat personel dalam tiga shift yang berbeda. Yaitu pagi, siang dan malam hari. Mereka bertugas di lokasi terpencil dan jauh dari pemukiman, untuk memastikan jalur rel aman dengan berjalan kaki menyusuri terowongan.

“Penjaga terowongan adalah garda terdepan. Mereka bertugas untuk memeriksa kondisi jalur setiap kali kereta akan melintas, memastikan tidak ada gangguan yang bisa membahayakan perjalanan,” kata dia, Jumat (14/3/2025).

Petugas melakukan pemeriksaan ke dalam terowongan sesuai arah kedatangan kereta api, sekaligus akan berdiri menunjukkan Semboyan 1 kepada masinis. Ini artinya jalur yang akan dilewati sudah aman.

Selain pemeriksaan rutin, penjaga terowongan juga dibekali pelatihan khusus setiap tahun dan sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang diperbarui setiap empat tahun.

”Mereka bekerja sendiri di lokasi yang sepi dan minim pencahayaan, serta bertanggung jawab menelusuri jalur rel di dalam terowongan untuk mendeteksi potensi bahaya,” kata dia.

Daop 9 Jember mengelola jalur kereta api sepanjang 261,5 km, mulai dari perbatasan antara Daop 8 Surabaya dengan Daop 9 Jember tepatnya di KM 48+400 sampai dengan Stasiun Ketapang di KM 18+918.

Selain itu, juga memiliki 2 (dua) terowongan bersejarah yaitu Terowongan Garahan dan Terowongan Mrawan, sebagai berikut:

• Terowongan Garahan, yang terletak di dekat Stasiun Garahan, dibangun pada tahun 1901-1902 oleh Staatsspoorwegen (SS) dengan panjang 113 meter.

• Terowongan Mrawan, juga dibangun pada periode yang sama dan selesai pada 1910, memiliki panjang 690 meter dan menjadi salah satu terowongan kereta api terpanjang di Jawa Timur.

Kedua terowongan ini merupakan bagian penting dari jalur utama kereta api yang tetap dijaga kelancarannya. Tanpa keberadaan penjaga terowongan, risiko gangguan pada jalur rel.

“Seperti longsor atau benda asing yang bisa menjadi ancaman serius. Karena itu, tugas mereka sangat vital dalam memastikan keselamatan perjalanan,” kata Cahyo.

PT KAI Daop 9 Jember terus berinovasi dalam meningkatkan standar keselamatan, salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Timur.

Hal ini untuk pembangunan terowongan baru yang dapat meningkatkan kapasitas dan keamanan perjalanan kereta api. Termasuk perbaikan infrastruktur perkeretaapian yang terus dilakukan.

Selain itu, PT KAI juga mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area terowongan tanpa izin. Terowongan bukanlah tempat untuk aktivitas selain yang berkaitan dengan operasional kereta api.

“Larangan ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keamanan perjalanan kereta api. Bagi pihak yang melanggar, akan dikenakan tindakan sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....