Pasca Digeruduk Nasabah, Begini Klarifikasi BRI Bondowoso
- 21 Jan 2025 17:51 WIB
- Jember
KBRN Bondowoso : Pasca digeruduk ratusan nasabah pada Senin, 20 Januari 2025 kemarin, Bank BRI Kantor Cabang Bondowoso memberikan klarifikasi.
Pemimpin Kantor Cabang BRI Bondowoso Muhammad Rosyid Hudaya, melalui pesan tertulisnya memberikan penjelasan terkait pemberitaan yang beredar mengenai “Ratusan Warga Demo Bank BUMN Diduga Buruk Analisa Kredit, Seorang Pegawai Dilempar Air Mineral”.
Menurutnya, yang bersangkutan merupakan nasabah kredit Unit Maesan Bondowoso, yang melakukan pengajuan kredit kembali setelah melakukan pelunasan atas pinjaman sebelumnya.
" Berdasarkan hasil survei dan analisa usaha, ditetapkan jumlah kredit maksimal yang diberikan adalah 11 juta Namun keluarga yang bersangkutan tidak terima atas persetujuan kredit tersebut, " katanya, Selasa (21/1/2025).
Pihaknya mengaku secara kooperatif telah memberikan masukan kepada nasabah tersebut untuk melakukan pengajuan kredit tersendiri dengan usaha yang lain, namun saran tersebut tidak diterima oleh nasabah.
" Kami senantiasa pro aktif serta menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap operasional bisnis," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan warga menggeruduk Unit dan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI), Senin (20/1/2025) kemarin. Di bawah guyuran hujan, demonstran asal Kabupaten Jember tersebut membawa spanduk dan poster berisi kritikan terhadap bank BUMN tersebut.
Mereka mengatasnamakan Laskar Jahanam (Jalinan Hati Anak Manusia) menuntut agar dua pegawai BRI yakni kepala unit dan mantri dicopot dari jabatannya. Pasalnya, mereka menilai pelayanan BRI menyulitkan nasabah dalam pengurusan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Aksi tersebut dipicu oleh adanya laporan dari salah satu anggota Laskar Jahanam yang mengeluhkan terkait pelayanan perbankan, khususnya di BRI Unit Maesan.
" Hal tersebut menimbulkan ketidak-puasan terhadap pelayanan dan ketidak-adilan bagi keberlangsungan usaha," tegas Koordinator Aksi, Dwi Agus Budiyanto.
Penyampaian aspirasi tersebut nyaris ricuh karena pengunjuk rasa ingin memasuki kantor bank untuk menemui pimpinan. Akan tetapi keinginan tersebut hanya dapat dikabulkan dengan 15 perwakilan yang diperbolehkan masuk.
Namun demikian, setelah ditemui pihak bank permasalahan tersebut belum ada titik temu. 15 perwakilan demonstran kembali keluar ruangan dengan raut muka kecewa. Aksi tersebut sempat membuat macet jalan raya Kis Mangunsarkoro dan mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....