Rencana Penutupan Pasar Hewan di Situbondo Dikritik Pedagang
- 11 Jan 2025 11:26 WIB
- Jember
KBRN, Situbondo: Rencana penutupan tiga tempat pasar hewan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menuai kritikan dari sejumlah pedagang sekaligus peternak sapi.
Tiga tempat pasar hewan yang akan dilakukan penutupan di antaranya pasar hewan Sumberkolak Kecamatan Panarukan, pasar hewan Asembagus dan pasar hewan Besuki.
Rolis Riszki Anugerah, salah seorang pedagang sapi mengaku, bahwa penutupan tiga tempat pasar hewan di Situbondo, membuat pedagang kebingungan mencari penghasilan.
"Penutupan pasar hewan katanya akan dilakukan selama 21 hari, mulai tanggal 13 Januari sampai 2 Februari 2025. Saya dan pedagang lainnya bingung karena tidak punya penghasilan," ujarnya kepada RRI, Sabtu (11/1/2025).
Kata Rolis, pemerintah sebaiknya mengintensifkan pengobatan sapi yang sakit dan menggencarkan vaksin untuk mencegah penularan virus PMK, bukan justru menutup pasar hewan yang menjadi sumber mata pencaharian para pedagang hewan ternak.
"Kalau menutup pasar hewan di Situbondo, apalagi tiga pasar hewan yang akan ditutup itu merupakan pasar hewan cukup besar di wilayah tapal kuda," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Ahmad Junaidi mengaku Pemkab Situbondo, mengeluarkan Surat Edaran penutupan tiga pasar hewan di Situbondo, seiring dengan mewabahnya virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Kasus PMK di Situbondo terus meningkat. Sejak Desember 2024 hingga 10 Januari 2025, ada sebanyak 210 ekor sapi yang terpapar PMK, 43 ekor sapi di antaranya mati," ucapnya.
Penutupan tiga tempat pasar hewan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pertanian RI mengenai kewaspadaan dini peningkatan kasus penyakit hewan menular strategis (PHMS) yaitu penyakit mulut dan kuku (PMK) yang bertujuan menekan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku atau PMK.
"Pasar hewan sangat rentan untuk penularan virus PMK, karena sapi dari berbagai daerah jadi satu di sana. Ada dari Probolinggo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Madura, Surabaya, Gersik hingga beberapa daerah di Jawa Tengah," ungkapnya.
Sesuai kajian epidemiologi pejabat otoritas veteriner Provinsi Jawa Timur, serta rekomendasi pejabat otoritas veteriner, telah terjadi peningkatan kasus PMK di Situbondo, dan salah satu tempat yang rentan menularkan virus PMK adalah pasar hewan.
"Jangan melakukan aktivitas jual beli ternak dalam skala besar untuk saat ini. Jaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar dengan melakukan penyemprotan disinfektan untuk menjaga kesehatan ternak," imbau Junaidi.
Jika ada ternak yang sakit, segera pisahkan dengan ternak lainnya yang dalam kondiai sehat dan melaporkan kepada petugas pusat kesehatan hewan setempat untuk segera mendapatkan penanganan.
"Kalau ada hewan ternak, khususnya sapi yang sakit, segera laporkan kepada petugas pusat kesehatan hewan setempat agar segera ditangani," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....