Update Banjir di Wuluhan, Begini Kondisi di Empat Desa
- 05 Jan 2025 23:07 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Wuluhan, Jember, mulai berangsur surut meski genangan air masih mengganggu aktivitas warga. Hal itu disampaikan Ketua Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana) Wuluhan, Hariyono, kepada RRI, Minggu (5/1/2025).
Seperti di Desa Kesilir, air yang merendam rumah warga mulai surut. Namun, beberapa halaman rumah warga dan akses jalan masih terendam banjir. Dapur umum yang didirikan di Bali Desa Kesilir diperkirakan hanya beroperasi hingga hari ini.
"Mulai pagi tadi tidak hujan, jadi banjir mulai surut terutama yang di dalam rumah warga. Saat ini, belum ada pengungsi karena warga masih bisa keluar masuk rumah meski air masih menggenangi halaman dan jalan," ujarnya.
Di Desa Glundengan, banjir yang terjadi akibat luapan sungai juga mulai surut, meskipun sisa air masih terlihat di beberapa halaman dan jalan di Dusun Sumberjo. Hariyono menambahkan, tidak ada pengungsi di desa ini, dan tidak ada dapur umum yang dibuka.
Sementara itu, di Desa Ampel dan Lojejer, banjir masih belum sepenuhnya surut. Kedua desa tersebut masih terdampak banjir cukup besar, dengan beberapa rumah warga masih terendam. Bantuan sembako dari Dinas Sosial telah disalurkan, namun tidak ada dapur umum yang didirikan di wilayah ini.
"Masing-masing desa tersebut sudah menyiagakan pos pelayanan kesehatan beserta tenaga medis. Tapi sampai saat ini, masih belum ada keluhan dari warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir," kata dia.
Meski demikian, pihak kesehatan lingkungan tetap memantau kemungkinan dampak pencemaran air. Pemerintah setempat juga terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan dan dampak banjir dapat diatasi.
"Akses jalan di empat desa yang masih tergenang masih dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, untuk jalan di area kampung, hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melewati, untuk menghindari air masuk ke dalam rumah warga," tambahnya.
Sebelumnya, Banjir di Kecamatan Wuluhan terjadi pada Sabtu (4/1/2025), akibat hujan deras yang turun sejak Jumat malam (3/1/2025). Desa-desa yang terdampak adalah Desa Lojejer, Desa Ampel, Desa Glundengan, dan Desa Kesilir.
Hariyono menjelaskan bahwa hujan lebat menyebabkan air dari Gunung Manggar meluap, sementara sabuk gunung tidak mampu menahan volume air yang besar, sehingga air merendam persawahan dan permukiman warga.
"Data yang kami kumpulkan menunjukkan, di Desa Kesilir, sekitar 75 KK terdampak, sementara di Desa Ampel sekitar 100 KK. Di Desa Lojejer, pendataan masih berlangsung," kata Hariyono, Sabtu (4/1/2025).
Menurutnya, Desa Kesilir adalah wilayah yang paling parah terendam banjir. Di sekitar Pondok Yasinat, ketinggian air bahkan melebihi lutut orang dewasa dan merendam beberapa rumah. Banjir juga menyebabkan kemacetan di jalur Kesilir-Wuluhan-Ambulu.
"Beberapa warga masih memilih bertahan di rumah meski air sudah masuk. Mereka merasa banjir belum mengganggu aktivitas mereka," pungkas Hariyono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....