Banjir Rendam Tiga Desa di Wuluhan, Desa Kesilir Terparah
- 04 Jan 2025 22:01 WIB
- Jember
Jember, KBRN: Banjir melanda tiga desa di Kecamatan Wuluhan, Jember, pada Sabtu (4/1/2025), akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat malam (3/1/2025). Desa Lojejer, Desa Ampel, dan Desa Kesilir menjadi wilayah yang paling terdampak bencana tersebut.
Ketua Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana) Wuluhan, Hariyono, menjelaskan hujan lebat menyebabkan air dari Gunung Manggar meluap. Sabuk gunung tidak mampu menahan volume air yang besar, sehingga air meluap ke area persawahan dan merendam permukiman warga.
"Dari data yang dihimpun, di Desa Kesilir ada sekitar 75 KK terdampak yang terdampak. Desa Ampel sekitar 100 KK. Sedangkan Desa Lojejer masih belum (proses pendataan, red)," kata Hariyono kepad RRI.
Ia menambahkan, bahwa Desa Kesilir merupakan wilayah yang paling parah terendam banjir. Di sekitar Pondok Yasinat, ketinggian air sudah melebihi lutut orang dewasa dan merendam beberapa rumah. Banjir juga menyebabkan kemacetan di jalur Kesilir-Wuluhan-Ambulu.
"Untuk kondisi warga, masih ada yang belum mengungsi atau pindah dari rumahnya. Karena mereka menganggap banjirnya masih belum mengganggu aktivitas, meski sudah masuk rumah," kata dia.
Di samping itu, pihaknya juga akan memantau potensi dampak banjir di Desa Glundengan, Dusun Sumberjo. Sungai di wilayah tersebut mulai meluap, dan jika kondisi ini berlanjut, diprediksi air akan mengalir hingga ke perkampungan.
"Posisi sungai yang datar dengan jalan dan perkampungan sangat berisiko jika air terus meluber," tambahnya.
Sementara untuk bantuan warga yang terdampak banjir, sudah mulai disalurkan. Hariyono mengungkapkan bahwa pemerintah setempat telah membuka dapur umum di Balai Desa Kesilir dan mendistribusikan sekitar 300 nasi bungkus.
BPBD Jember juga telah mengirimkan bantuan ke Desa Kesilir pada pukul 17.00 WIB. Penanggulangan bencana terus dilakukan dengan memantau desa-desa yang berpotensi terimbas.
"Setiap desa sudah memiliki Desa Tanggap Bencana (Destana) yang berkoordinasi dengan desa masing-masing," ujarnya.
Pembersihan saluran air yang tersumbat juga sudah dilakukan, seperti di Desa Ampel yang telah membersihkan saluran airnya. Di Desa Glundengan, pembersihan dilakukan di jembatan yang tertutup sumbatan kayu dan bambu.
Mengenai masalah kesehatan, Hariyono menyatakan bahwa hingga kini belum ada laporan kasus kesehatan serius terkait banjir. Namun, pihaknya telah menyiagakan pos kesehatan di Desa Kesilir dengan dua tenaga medis untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan.
"Untuk imbauan, agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di sungai, untuk mencegah terjadinya pendangkalan dan sumbatan," kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....