Banjir Melanda Desa Lojejer, 1.500 KK Terdampak
- 04 Jan 2025 21:04 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Banjir yang melanda Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, pada Sabtu (4/1/2025), mengakibatkan sekitar 1.500 kepala keluarga (KK) terdampak. Hal itu disampaikan Ketua RW setempat, Sudoko, kepada RRI Jember.
Pada pukul 19.26 WIB, banjir terpantau semakin meningkat dan meluas ke beberapa wilayah di desa tersebut. Ketinggian air diperkirakan mencapai 50 cm, memaksa pemerintah desa untuk segera mengimbau warga yang terdampak agar mengungsi.
"Wilayah yang terdampak antara lain RT 5, RT 6, RT 7, RT 8, RT 9, dan RW 8, di mana jalan-jalan sudah tertutup air. Selain itu, RW 9 dan RW 11 juga mengalami kondisi serupa dengan beberapa RT yang juga terendam," kata Sudoko.
Selain itu, warga juga telah mengungsikan ternak mereka, sementara lansia menuju ke rumah keluarga untuk berlindung. Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, disertai dengan jebolnya tanggul penyanggah gunung.
Sudoko menambahkan, aliran air dari gunung tersebut masuk ke pemukiman dan persawahan di desanya. Banjir yang datang dari wilayah timur ini memang sudah menjadi rutinitas tahunan, namun menurutnya kali ini dampaknya lebih besar.
Selain merendam pemukiman, banjir juga menghancurkan lahan pertanian warga. Tanaman jagung, padi, ketela, kacang-kacangan, dan cabai rusak parah, menyebabkan kerugian yang diperkirakan akan berujung pada gagal panen.
"Tanggul penyanggah gunung atau istilahnya sabuk gunung itu jebol di empat titik, tepatnya di Dusun Grintingan. Jadi aliran merambat ke desa kami. Memang tiap tahun lokasi kami ini banjir karena kiriman dari wilayah Timur," jelasnya.
Bantuan sembako dari pemerintah desa telah disalurkan kepada warga, terutama di RW 11. Namun, Sudoko menambahkan bahwa kebutuhan mendesak warga saat ini adalah sembako dan makanan siap saji, mengingat akses jalan yang terendam dan kesulitan sebagian warga untuk memasak.
"Tinggal bergiliran di RW 9,8 dan 2 masih menunggu bantuan, yang saat ini butuh sembako atau makanan siap saji. Karena tidak bisa kemana-mana. Kemudian untuk akses jalan di RT 5,6,7,8 sudah tidak bisa dilewati. Begitu juga di RW 9 RT 7 juga," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....