Mengenal Nilai Filosofi 7 Tas Etnik Asli Suku Indonesia

  • 26 Des 2024 07:22 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Beragam budaya dan sangat banyaknya suku di Indonesia tentu saja menjadi warna dan daya tarik tersendiri. Mulai dari makanan, baju adat, tradisi, Bahasa, tarian tradisional hingga kerajinan tangan menjadi ragam budaya hasil dari banyaknya suku dan etnis di Indonesia. Pada artikel ini kita akan mengulas salah satu hasil kerajinan tangan yaitu tas yang bernuansa etnik dan autentik dari beragam suku di Indonesia. Tas merupakan hal sangat lekat dengan kehidupan masyarakat baik di kota perkotaan maupun pedesaan. Cara pembuatannya pun beragam seperti dirajut, dianyam dan ditenun tergantung masing-masing suku, begitupun dengan pemilihan barang hingga corak yang memiliki khas masing-masing. Dilansir dari laman kemenparekraf.go.id, berikut ini merupakan 7 tas enik asli Indonesia beserta filosofinya :

  1. Noken : Salah satu tas etnik asli Indonesia adalah noken. Tas ini terbuat dari serat kulit kayu pohon manduam dan pohon nawa. Memiliki bentuk berlubang-lubang dan tekstur yang lentur, tas ini berfungsi untuk membawa belanjaan sehari-hari masyarakat Papua. Cara menggunakannya pun cukup unik, noken tidak dijinjing, melainkan disangkutkan ke dahi atau kepala. Berdasarkan filosofinya, noken khas Papua dipercaya melambangkan kehidupan yang baik, kesuburan, dan perdamaian bagi masyarakat Papua. Karena keunikannya, tas tradisional asli Papua ini masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
  2. Koja : Tidak kalah menarik, tas etnik asli Indonesia berikutnya adalah koja. Tas etnik berasal dari Suku Baduy, dan terbuat dari kulit pohon teureup yang dikeringkan, kemudian dibelah kecil-kecil, kemudian dirajut hingga berbentuk tas. Oleh masyarakat Baduy, koja sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Biasanya tas ini digunakan untuk berladang, bercocok tanam, dan menangkap ikan. Keunikan lain dari tas koja, selain berwarna cokelat kehitaman menyerupai kulit kayu, tas koja ini akan membusuk secara alami ketika sudah tidak terpakai oleh pemiliknya.
  3. Tas Rotan : Tak hanya keindahan alam yang memukau, Bali juga terkenal dengan produk kriya yang mendunia. Satu di antaranya adalah berbagai kerajinan tangan dari rotan, termasuk tas rotan. Uniknya, selain tas rotan khas Bali juga kerap disebut “tas roda” karena bentuknya yang bulat seperti roda, dengan berbagai motif yang unik-unik. Terbuat dari rotan tanaman palmae, cara pembuatan tas ini dengan dianyam langsung. Ada beberapa sentra pembuatan tas rotan khas Bali, di antaranya berada di Pasar Seni Ubud, Pasar Seni Sukawati, dan Pasar Seni Kumbasari.
  4. Tas Manik-Manik : Tidak kalah menarik, tas manik-manik khas Suku Dayak juga termasuk tas etnik asli Indonesia yang menarik untuk dimiliki. Produk kriya ini terbuat dari manik-manik dengan motif khas Dayak. Menariknya, motif manik-manik di dalam tas etnik ini bukan sekadar hiasan. Masyarakat Dayak percaya, jika manik-manik memiliki nilai magis tersendiri, yakni menolak bala maupun memberi semangat hidup bagi masyarakat. Kita bisa menemukan tas manik khas Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Selatan.
  5. Anjat : Tas etnik asli Indonesia selanjutnya berasal dari Suku Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, yakni anjat. Tas tradisional ini dibuat masyarakat Dayak dari kulit rotan berbentuk tabung. Anjat memiliki bentuk seperti tabung yang bercelah-celah, dengan tinggi sekitar 70 cm, dan garis lingkaran sekitar 50 cm. Para pria Dayak menggunakan tas etnik anjat untuk meletakkan perbekalan saat berburu. Sementara, para wanita Dayak menggunakan tas anjat untuk menyimpan baju atau makanan saat berkebun. Selain dari bentuknya yang unik, tas anjat juga mudah dikenali dari motif khas Suku Dayak yang ada pada badan tas ini.
  6. Tas Tenun : Salah satu oleh-oleh populer dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tas tenun biasanya memiliki hiasan rumbai-rumbai di bagian bawah untuk mempercantik tampilan. Keunikan lain dari tas tenun terletak pada berbagai motif unik di tas etnik satu ini. Mulai dari motif burung, subahnale, enggok, merak, hingga wayang. Hebatnya lagi, tas tenun juga dipasarkan hingga ke luar negeri, yakni ke Brasil, Australia, dan Amerika Serikat. Karena keunikannya, tas tenun juga sering dijadikan cendera mata pada acara internasional. Salah satunya pada pagelaran KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo Mei kemarin, Ibu Iriana Joko Widodo memberikan tas tenun kepada pendamping pemimpin ASEAN.
  7. Sepu : Tas etnik asli nusantara berikutnya adalah sepu. Berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan, tas selempang ini terbuat dari pa'tannun, atau kain tenun yang dibuat sendiri oleh masyarakat Toraja selama seminggu dengan alat tenun. Oleh masyarakat Toraja, tas etnik sepu biasa dipasangkan dengan baju adat. Khususnya bagi para perempuan Toraja saat mengikuti pesta adat Rambu Tuka (perkawinan), Marara Banua (syukuran rumah), dan Rambu Solo (upacara kematian).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....