Universitas Jember Gelar Tegalboto Obyokan
- 30 Nov 2024 07:28 WIB
- Jember
KBRN,Jember:Universitas Jember gelar acara bertajuk Tegalboto Obyokan yang menampilkan 11 dadak merak Reyog serta aksi dari Paguyuban Seni Reyog Mahasiswa (PSRM) Sardulo Anurogo UNEJ dalam rangka Dies Natalis ke-60 di patung Triumvirat Jumat (30/11/2024).

Menurut Ketua Panitia peringatan Dies Natalis ke 60 UNEJ serta Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fendi Setyawan, pihaknya sengaja mengundang kelompok seni reyog di Jember untuk unjuk kebolehan. Selain dalam rangka menyemarakkan hari ulang tahun Dies Natalis ke 60 UNEJ.

Dirinya juga menegasjan bahwa UNEJ ingin melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia dalam hal ini reyog. Harapannya, kampus Tegalboto akan menjadi oase kebudayaan di Jember.
“Peringatan Dies Natalis ke 60 kami harapkan menjadi momen UNEJ untuk berprestasi lebih baik lagi, di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat" ujar Fendi Jumat (30/11/2024).
Fendi meneruskan bahwa tidak hanya di bidang Tri Dharma Pendidikan Tinggi saja namun juga di bidang lainnya seperti olah raga dan seni. Minggu lalu ada UNEJ Law Run for Justice yang bisa menjadi Jember Marathon, begitu pula dengan Tegalboto Obyokan semoga nantinya menjadi oase kebudayaan di Jember.
Harapan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni didukung oleh pengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Ikwan Setiawan. Menurut dosen yang juga pengamat dan pegiat budaya Jember ini, seni reyog dipilih sebab sudah menjadi bagian Jember semenjak lama.

Sejarahnya dimulai saat pemerintah kolonial Belanda membuka tanah Jember guna perkebunan dengan mendatangkan pekerja dari wilayah Mataraman termasuk dari Ponorogo. Mereka inilah yang kemudian juga membawa seni budaya reyog ke Jember, khususnya di wilayah Jember selatan.
Ikwan Setiawan menambahkan, obyokan adalah bentuk pementasan seni reyog secara terbuka di tengah publik tanpa sekat, tanpa panggung dan tanpa aturan yang terlalu membatasi.
Sehingga terjalin komunikasi dan keakraban antara seniman reyog dan masyarakat umum. Bentuk pementasan obyokan diharapkan menumbuhkan minat dan kecintaan akan seni reyog, terutama di kalangan mahasiswa.

Apalagi seni reyog, selain memiliki nilai artistik yang tinggi juga membawa nilai-nilai filosofi seperti semangat berjuang, nilai-nilai kepemimpinan dan berani membela nilai-nilai kebenaran.
“Tentu tidak hanya seni reyog, nanti bisa giliran ludruk, can macanan kadduk, ketoprak dan seni budaya lain yang ada dan berkembang di Jember dapat tampil di kampus UNEJ" ujar Ikwan.
Sebagai informasi kelompok seni reyog yang tampil diantaranya Singo Budoyo Pontang, Singo Mudho Wuluhan, Singo Lodoyo Kesilir, Singo Tirto Ambulu, Singo Mulyo Kota Blater dan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....