Gerakan Pangan Murah Polres Bondowoso Diserbu Warga

  • 13 Mar 2026 10:31 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Polres Bondowoso bersama Bulog dan pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan yang merupakan program serentak secara nasional ini berlangsung di Bondowoso pada Jumat (13/3/2026) dengan menyediakan berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“ Ini bentuk kepedulian pemerintah bersama stakeholder, baik Bulog, Polri, maupun pemerintah daerah, untuk memberikan kemudahan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak,” ujar Aryo.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Bondowoso bersama Bulog menyalurkan sejumlah komoditas pangan kepada masyarakat. Total yang disediakan antara lain 8 ton beras, 600 liter minyak goreng, serta 100 kilogram gula.

Aryo menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi melalui zoom meeting bersama pemerintah pusat dan Mabes Polri, ketersediaan pangan pokok secara nasional dipastikan dalam kondisi aman hingga beberapa bulan ke depan.

“Dirut Bulog juga sudah menyampaikan bahwa ketersediaan pangan pokok secara nasional mulai hari ini hingga Desember nanti dalam keadaan cukup dan terpenuhi,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panik menjelang Lebaran. Pemerintah disebut terus mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya saat ini mendekati Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.

Sejak digelar sekitar pukul 08.00 WIB, kegiatan tersebut mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Warga datang langsung ke lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Bahan pokok yang disiapkan Alhamdulillah sudah habis terdistribusi dan masyarakat bisa mendapatkannya dengan mudah serta dengan harga lebih murah dari harga pasar,” ungkap Aryo.

Dalam pelaksanaannya, petugas juga mengatur pembelian beberapa komoditas untuk pemerataan. Khusus minyak goreng, pembelian dibatasi maksimal dua liter per orang karena tingginya minat masyarakat.

“Untuk minyak goreng kita batasi satu orang maksimal dua liter karena antusiasme masyarakat sangat tinggi pada komoditas tersebut,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....