DinkesP2KB Lumajang Dengan BPOM Jember Uji Lab Takjil di Bulan Ramadhan

  • 05 Mar 2026 10:13 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lumajang (DinkesP2KB) Lumajang melakukan uji laboratorium terhadap berbagai makanan dan minuman takjil yang dijual selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk pengawasan rutin sekaligus memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah pedagang takjil dan pusat jajanan Ramadhan di berbagai titik di wilayah Lumajang.

Pengelola Layanan Kesehatan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lumajang, Dewi Anggun mengungkapkan bahwa pengawasan ini bertujuan melindungi konsumen dari risiko gangguan kesehatan akibat bahan tambahan berbahaya.

"Makanan yang mengandung zat kimia berbahaya dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kerusakan organ, hingga efek jangka panjang bila dikonsumsi terus-menerus," ungkapnya saat dikonfirmasi disela kegiatannya, Rabu (04/03/26).

Ia menjelaskan Petugas BPOM Jember dan DinkesP2KB Lumajang mengambil sampel makanan secara acak dari para pedagang. Sampel tersebut kemudian diuji lab untuk pemeriksaan lebih mendalam. Pengujian tersebut difokuskan pada kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil yang dilarang digunakan dalam makanan.

Dalam hasil pemeriksaan, sebagian besar sampel dinyatakan aman dan layak konsumsi. "Kami sudah melakukan 35 uji sample dan hasilnya negati dari zat berbahaya (formalin, boraks, rhodamin B)," terangnya.

Dewi menyampaikan, bahwa pihaknya juga mengingatkan para pedagang agar selalu menggunakan bahan baku yang aman dan telah memiliki izin edar. Selain itu, pedagang diminta menjaga kebersihan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan agar kualitas tetap terjaga.

"Edukasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang sehat selama Ramadhan," jelasnya.

BPOM dan Dinkes berkomitmen untuk meningkatkan intensitas sidak demi meminimalisir peredaran makanan berbahaya di tengah tingginya permintaan takjil.

Pemerintah daerah mendukung penuh langkah pengawasan tersebut sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat. Kerja sama lintas instansi dinilai penting untuk menciptakan keamanan pangan yang optimal, terutama pada momen Ramadhan yang identik dengan meningkatnya konsumsi makanan siap saji.(Kominfo/Lmj-Bob).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....