Cahaya Ramadhan: Kunang-Kunang Tandai Gong Festival PEKA 2026

  • 28 Feb 2026 22:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember - Momentum Ramadhan di Jember tahun ini ditandai dengan peristiwa kebudayaan yang reflektif sekaligus transformatif. Bertempat di Aula Hotel Grand Valonia, Sabtu 28 Februari 2026, digelar Sarasehan Ekologi Budaya sebagai penanda dimulainya Gong Festival Kebangkitan Budaya Seniman Pekarangan dalam tajuk Cahaya Ramadhan.

Dalam press releasenya disebutkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Budaya Nara Bestari dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Sinergi ini menunjukkan penguatan kebijakan kebudayaan yang terhubung dengan investasi pendidikan dan pemberdayaan komunitas.

Sarasehan Ekologi Budaya memadukan narasumber lintas disiplin yang menghadirkan ilmu, ingatan, dan aksi dalam satu ruang dialog. Ilmu menjadi fondasi konseptual, ingatan sebagai sumber pengetahuan kultural, dan aksi sebagai langkah nyata membangun masa depan berbasis ekologi budaya. Forum ini dihadiri oleh kalangan pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember, akademisi, seniman, budayawan, aktivis lingkungan, aktivis perempuan, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga pemerhati ekologi budaya asal Jerman. Kehadiran lintas sektor dan lintas negara ini menegaskan bahwa isu ekologi budaya bukan semata agenda lokal, melainkan bagian dari percakapan global tentang keberlanjutan dan identitas peradaban.

Dalam diskursus tersebut, pekarangan diposisikan sebagai ruang strategiss, bukan sekadar halaman domestik, melainkan laboratorium sosial tempat tumbuhnya musik tradisi, tari, teater, seni rupa, hingga digital art berbasis kesadaran lingkungan. Model ini menawarkan pendekatan ekokultural yang kontekstual namun memiliki relevansi universal di tengah krisis ekologis global.

Ramadhan dimaknai sebagai ruang penyucian sekaligus penyalaan nur kebudayaan. Kunang-kunang menjadi simbol kesadaran kecil yang jika menyatu mampu menerangi lanskap sosial. Dari Jember, pesan ini digaungkan: kebangkitan budaya dapat dimulai dari ruang sederhana, dari komunitas, dari pekarangan.

Salah satu penerima manfaat program, Yuyun Handayani, menyampaikan bahwa dukungan LPDP RI memperluas kapasitas individu untuk kembali mengabdi pada masyarakat melalui kerja-kerja kebudayaan berbasis ekokultural. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan, perempuan, dan kebudayaan berkontribusi langsung pada pembangunan sosial berkelanjutan.

Melalui Cahaya Ramadhan, Jember menegaskan dirinya sebagai simpul geo-ekokultural yang progresif , tempat ilmu bertemu tradisi, kebijakan bertemu komunitas, dan lokalitas berdialog dengan dunia. Sarasehan ini bukan hanya pembuka festival, tetapi juga pernyataan kolektif bahwa kebudayaan Indonesia memiliki fondasi lokal yang kuat dan resonansi global yang nyata.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....