Upgrade Pahala Ramadhan dengan Sunah Sunah Ramadhan
- 27 Feb 2026 11:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Bulan suci Ramadan merupakan momentum spesial bagi umat Muslim untuk melipatgandakan pahala melalui berbagai amalan, tidak hanya yang bersifat wajib tetapi juga sunah. Hal ini dibahas secara mendalam dalam program "Tauladan: Tanya Ustaz di Bulan Ramadhan" bersama narasumber Moh Luthfi NC, Dosen Hukum Islam Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Minggu 22 Februari 2026.
Dalam dialog tersebut, Moh Luthfi menjelaskan bahwa sunah adalah segala sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Ia menekankan pentingnya menghidupkan amalan sunah karena Ramadan adalah bulan spesial di mana setiap ibadah pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Salah satu amalan sunah utama yang sering disepelekan adalah sahur di akhir waktu.
"Makan sahur itu mengandung keberkahan yang luar biasa, salah satunya memberikan kekuatan fisik saat menjalankan puasa seharian penuh," kata Moh Luthfi.
Sebaliknya, saat berbuka, umat Muslim justru disunahkan untuk menyegerakannya (takjilul fitri) begitu waktu magrib tiba tanpa harus menunggu panggilan azan jika sudah yakin masuk waktunya.
Selain urusan makan, menjaga lisan dan aktivitas di media sosial juga menjadi bagian dari kesunahan Ramadan. Di era digital ini, narasumber mengingatkan untuk menyaring (screening) status dan komentar agar tidak melakukan hal yang sia-sia atau menyakiti orang lain.
Terkait ibadah malam, Moh Luthfi menjelaskan bahwa salat Tarawih merupakan sarana untuk memperbanyak salat sunah (iksarus salah). Meski hukumnya sunah, Tarawih menjadi momen kebersamaan yang meningkatkan ikatan sosial di masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar semangat menjalankan sunah tidak membuat seseorang melalaikan kewajiban utama, seperti salat fardu dan rukun puasa itu sendiri.
Rukun puasa yang paling mendasar menurutnya ada dua, yaitu niat dan menahan diri dari segala pembatal (imsak anil mufattirat). Khusus mengenai niat, ia menyarankan umat Muslim untuk berniat puasa satu bulan penuh di malam pertama Ramadan sebagai antisipasi jika di kemudian hari lupa berniat pada malam harinya.
Sebagai penutup, Moh Luthfi mengajak masyarakat untuk tetap istikamah dan tidak menganggap ibadah hanya sebagai rutinitas belaka. Dengan menjaga kualitas dan keikhlasan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....