Pentingnya Menjaga Kesucian Hati di Awal Ramadhan
- 26 Feb 2026 11:12 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Umat Islam diingatkan untuk menjadikan momentum awal bulan suci Ramadhan sebagai sarana pembersihan hati dan perbaikan niat. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses penyucian diri dari berbagai penyakit hati agar ibadah dapat diterima Allah SWT.
MUI Kabupaten Jember, Dr. K.H. Abdul Hamid Pujiono, M.Ag., menjelaskan bahwa hati merupakan komponen vital yang menentukan baik buruknya seluruh tatanan diri manusia. Merujuk pada hadis Nabi, ia menekankan jika hati itu baik, maka seluruh fisik dan perbuatan manusia juga akan baik.
"Penyakit hati seperti hasad atau dengki adalah kondisi di mana seseorang tidak rela melihat orang lain menerima nikmat. Orang yang sakit hatinya justru membuat orang lain yang merasakan efek buruknya," jelas Kiai Hamid dalam dialog Syiar Ramadhan Pro 1 RRI Jember, Sabtu 21 Februari 2026.
Selain dengki, ia juga menyoroti bahaya penyakit ria (pamer) dan sombong yang dapat merusak kualitas ibadah. Puasa sendiri disebut sebagai ibadah rahasia karena tidak ada perbedaan tampilan fisik antara mereka yang berpuasa dan yang tidak, sehingga keikhlasan hati menjadi kunci utama.
Dalam tradisi tasawuf, proses pembersihan hati diawali dengan tahapan takhalli atau membersihkan diri dari dosa, diikuti tahalli yakni menghiasi diri dengan akhlak terpuji.
"Lahir dalam keadaan suci, kita pun harus berupaya kembali kepada Allah dalam kondisi hati yang bersih melalui pembersihan di bulan Ramadan ini," Katanya, Menambahkan.
Kiai Hamid juga memberikan pencerahan mengenai tingkatan puasa menurut Imam Al-Ghazali, mulai dari puasa orang awam, khusus, hingga khususil khusus. Tingkatan tertinggi adalah mereka yang tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga hati dan seluruh anggota tubuh dari segala bentuk kemaksiatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....