Maknai Ramadhan Sebagai Bulan Berkah dan Berpahala
- 26 Feb 2026 11:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Umat Islam diajak untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sebagai sarana meningkatkan kualitas spiritual dan kepedulian sosial. Keberkahan Ramadhan tidak hanya diukur dari aspek materi, melainkan juga dari kedekatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Ustadz M.Uzaer Damairi Lc.,M.Th.I, narasumber dalam program Tauladan RRI Jember, menjelaskan bahwa hakikat berkah adalah bertambahnya kebaikan (ziyadatul khair). Menurutnya, harta atau ilmu disebut berkah jika mampu mendekatkan pemiliknya kepada Allah SWT.
"Rezeki yang berkah itu rezeki yang membuat kita semakin dekat dengan Allah. Begitu juga ilmu yang berkah adalah pengetahuan yang memberikan kemanfaatan kepada orang lain," ujar Ustadz Uzaer pada dialog di Tauladan Pro 2 RRI Jember, Sabtu 21 Februari 2026.
Keistimewaan Ramadhan juga terletak pada pelipatan pahala ibadah yang tidak terbatas, khususnya bagi mereka yang menjalankan puasa dengan ikhlas. Ustaz Uzaer mengutip hadis yang menyebutkan bahwa setiap amalan kebaikan akan dilipatgandakan 10 hingga 700 kali, kecuali puasa yang balasannya menjadi hak prerogatif Allah.
Selain ibadah ritual, nilai-nilai kemanusiaan seperti berbagi dan mengontrol diri juga menjadi bagian penting dari keberkahan bulan ini. "Ramadhan mengajarkan kita untuk merasakan kelaparan yang diderita orang lain sepanjang tahun dan mendorong kita untuk lebih dermawan," tambahnya.
Di tengah kesibukan duniawi, masyarakat khususnya generasi muda diingatkan untuk tetap memprioritaskan ibadah dan menyebarkan konten positif di media sosial. Ustaz Uzaer menegaskan bahwa bekerja mencari nafkah yang halal juga bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....