PMI Lumajang Meninggal di Malaysia
- 20 Feb 2026 16:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang- Warga Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur telah meninggal dunia di Malaysia
Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang Madiono Pada tanggal 16 Februari 2026 SBMI menerima aduan dari relawan dari Malaysia bahwa ada warga kabupaten meninggal dunia waktu bekerja di Malaysia.
PMI tersebut atas nama Tumini Susilowati umur 46 tahun, asal Dusun Gondang Desa Burno Kecamatan Senduro Lumajang sedangkan untuk biaya pemulangan hanya sampai bandara juanda.
"Untuk itu SBMI Lumajang berkordinasi dengan Kepala BP3MI Jawa Timur meminta bantuan fasilatas gratis pemulangan dari juanda ke rumah duka.
BP3MI Jatim bersedia membantu dengan SOP yaitu SBMI mendampingi pihak keluarga untuk meminta pihak desa bersurat Disnaker Lumajang dan Disnaker Lumajang Bersurat ke BP3MI Jatim," Katanya Jumat (20/02/2026)
Ketua SBMI Lumajang berharap setiap ada Pekerja Migran Indonesia baik yang prosedural maupun yang Nonprosedural seluruh Indonesia yang terkena masalah dan terkendala waktu bekerja diluar negeri seperti sakit dan meninggal dunia maka fasiltas dari Bandara ke Rumah duka di bantu secara gratis oleh pemerintah pusat maupun daerah tanpa terkecuali.
Pekerja Migran Indonesia merupakan Pahlawan Keluarga juga merupakan Pahlawan Devisa Negara Indonesia yaitu negara sangat diuntungkan dengan gaji yang diterima PMI waktu bekerja diluarga negeri yang berbentuk uang hasil dan dikirimkan ke Indonesia.
Negara diuntungkan dari remitansi dan uang yang telah dikirimkan ke keluarga digunakan belanja didaerahnya sehingga perputaran ekonomi berputar cepat.
Pemerintah terkait mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah desa harus memberikan sosialisasi dan edukasi tentang migrasi aman dan peluar kerja ke luar negeri ke desa-desa secara terus menerus dengan menggandeng organisasai terkait seperti Serikat Buruh Migran serta Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah.
Para agen yg memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia secara Nonprosedural dan pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus penempatan PMI harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Tumini Susilowati meninggal dunia di Malaysia pada Hari Senin tanggal 16 Februari 2026 akibat sakit kangker payudara.
Karena ketidak tahuan tentang Migrasi Aman maka Tumini Susilowati berangkat bekerja ke malaysia melalui oknum tekong, Tumini Susilowati bekerja di Negara Malaysia secara Nonprosedural selama 15 tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....