Jam Belajar Ramadan, Disdik Bondowoso Tunggu Pusat

  • 12 Feb 2026 12:29 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Dinas Pendidikan (Disdisk) Kabupaten Bondowoso memastikan akan ada penyesuaian jam belajar selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Namun, kebijakan teknis terkait perubahan jam masuk dan pulang sekolah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan bahwa penyesuaian jam belajar saat Ramadan merupakan kebijakan rutin yang setiap tahun diterapkan. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan detail pengaturannya karena masih menunggu surat edaran dari kementerian.

“Ya betul ada, tapi ketentuannya masih kita nunggu dari pemerintah pusat. Jam-jamnya itu kan yang menentukan, itu adalah dari kementerian. Tapi yang jelas pasti ada penyesuaian,” kata Taufan saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut biasanya dituangkan dalam bentuk surat edaran dari Kementerian Pendidikan serta kementerian lain yang berkaitan, seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Sesuai dengan pengarahan pusat, kita tunggu saja. Kita kebijakan dari pusatnya seperti apa. Biasanya dalam bentuk surat edaran dari kementerian. Kan itu ada dari kementerian pendidikan, kemudian ada dari Kemenpan juga,” ujarnya.

Taufan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mengacu sepenuhnya pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Setelah surat resmi diterbitkan, barulah Disdik menyusun langkah-langkah operasional di tingkat kabupaten dan satuan pendidikan.

“Kami harus mengacu, mendasarkan kepada kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Nanti baru setelah ada kebijakan dari pemerintah pusat, langkah-langkah operasionalnya itu adalah dari pemerintah kabupaten,” tuturnya.

Meski akan ada penyesuaian jam belajar, Disdik mengimbau para siswa tetap semangat mengikuti kegiatan pembelajaran selama Ramadan. Menurut Taufan, ibadah puasa tidak menjadi alasan untuk menurunkan semangat belajar.

“Kalau imbauannya bahwa puasa itu tidak menghalangi siswa untuk tetap belajar. Karena belajar itu juga bagian daripada ibadah,” ungkap Taufan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....