Yasmin, Hafal 6 Juz Al-Qur'an Meski Alami Kebutaan Sejak Usia 2,5 Tahun

  • 01 Mar 2025 22:58 WIB
  •  Jember

KBRN,Banyuwangi: Yasmin Najma Falihah (9), bocah asal Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore Banyuwangi, terpilih menjadi salah satu peserta Hafidz Indonesia. Yasmin yang kehilangan kedua penglihatannya sejak usia 2,5 tahun akibat kanker mata, tidak menghalanginya untuk menghafal Al-Qur’an hingga 6 juz.

Sejak kecil, Yasmin telah hidup dalam lingkungan yang lekat dengan Al-Qur’an. Putri dari pasangan Moh. Nur Khotib dan Nina Nur Aminah merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore. Dua kakak laki-lakinya merupakan penghafal 30 juz, dan itulah yang menjadi semangat bagi Yasmin untuk mengikuti jejak mereka.

Yasmin mulai menghafal Al - Qur'an sejak usia 4 tahun, Ia belajar menghafal Al-Qur'an dengan mengandalkan pendengarannya. Setiap hari, sang Ibunda memperdengarkan MP3 bacaan Al-Qur’an, sementara Yasmin mendengarkan dengan saksama dan mencoba menirukan ayat demi ayat.

"Anaknya itu cepat sekali menangkap bacaan. Kalau ada pengucapan huruf yang kurang pas atau panjang pendek yang keliru, umiknya yang membenarkan," kata Luluk Khodijah, tante sekaligus ibu angkat Yasmin, Sabtu (1/3/2025).\

Luluk mengungkapkan, yasmin yang kini tercatat sebagai siswa SDN 3 Sepanjang sudah sejak kecil ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Keinginan tersebut kian menguat setelah melihat kakaknya yang juga mengalami kanker mata, tapi tetap berhasil menghafal 30 juz. Yasmin ingin membuktikan bahwa kehilangan penglihatan bukanlah akhir dari segalanya.

"Kakak laki-lakinya yang pertama sekarang sedang mondok di Yaman dan mampu menghafal 30 juz dalam waktu 1,5 tahun saat usia 17 tahun, sedangkan kakak keduanya hafal 30 juz saat berusia 11 tahun ketika kelas 5 SD," jelas Luluk.

Luluk mengungkapkan, dalam proses menghafalkan Al-Qur'an Yasmin dibimbing langsung oleh sang Ibunda. Setiap sesi belajar, Nina Nur Aminah memberikan arahan dan bimbingan kepada Yasmin.

"Dia (Yasmin) itu anaknya pintar, cepat paham. Misalkan pengucapan hurufnya kurang pas atau panjang pendeknya keliru, nanti umiknya yang membenarkan," ucapnya.

Perjalanan Yasmin semakin menginspirasi ketika ia berhasil lolos seleksi ribuan peserta Hafidz Indonesia dan masuk ke dalam 24 peserta terpilih. Saat ini, lanjut Luluk, Yasmin berada di Jakarta, didampingi oleh uminya, untuk mengikuti kompetisi tersebut.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....