Menang atau Kalah, Suporter Jepang Tetap Pungut Sampah

  • 26 Jun 2026 09:04 WIB
  •  Jember

RRI.Co.ID - Jember, Suporter Jepang kembali menjadi sorotan dunia berkat kebiasaan unik yang mereka pertahankan setiap selesai pertandingan, yakni membersihkan tribun stadion sebelum pulang. Tradisi ini kembali viral dalam ajang FIFA Club World Cup 2025 di Amerika Serikat dan mengingatkan publik pada aksi serupa yang mereka lakukan di FIFA World Cup Qatar 2022.

Dilansir dari Fifa.com, meski tim kesayangan mereka menang ataupun kalah, para suporter tetap menyempatkan diri memungut sampah, mengumpulkan botol minuman, bungkus makanan hingga merapikan area tempat duduk. Aksi sederhana tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat internasional dan menjadi contoh sportivitas di luar lapangan.

Direktur Tim Nasional Jepang, Yasuhiro Yamamoto, dalam wawancara yang dimuat FIFA pada 28 November 2022, menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut merupakan bagian dari budaya masyarakat Jepang. "Membersihkan setelah menggunakan suatu tempat adalah bagian dari budaya kami. Itu adalah bentuk penghormatan kepada orang lain." imbuh dia.

Kebiasaan membersihkan tempat umum sudah diajarkan kepada masyarakat Jepang sejak usia dini. Di sekolah-sekolah Jepang, siswa terbiasa membersihkan ruang kelas, lorong, hingga toilet secara bergiliran. Budaya yang dikenal sebagai osoji ini bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan fasilitas umum. Karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sikap tersebut terbawa hingga saat mereka menghadiri pertandingan sepak bola di luar negeri.

Aksi suporter Jepang membersihkan stadion bukanlah hal baru. Tradisi ini telah beberapa kali menjadi perhatian dunia, di antaranya pada FIFA World Cup Russia 2018, AFC Asian Cup 2019, FIFA World Cup Qatar 2022 dan FIFA Club World Cup 2025. Bahkan pada Piala Dunia Qatar 2022, suporter Jepang tetap membersihkan stadion setelah tim nasional mereka kalah dari Kroasia di babak 16 besar.

Aksi para suporter Jepang mendapat pujian dari berbagai media internasional dan FIFA karena dinilai mencerminkan nilai sportivitas, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan. Banyak warganet dari berbagai negara berharap budaya positif tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para penonton pertandingan olahraga di seluruh dunia.

Kebiasaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini menjadi salah satu contoh bagaimana nilai disiplin dan tanggung jawab dapat menciptakan citra positif sebuah bangsa di mata dunia.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....