Jangan Tunggu Hitam Pekat, Zat Penting dalam Oli Bisa Habis
- 30 Jun 2026 02:01 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Banyak pemilik kendaraan memahami bahwa oli mesin harus diganti secara berkala. Namun, tidak sedikit yang belum mengetahui alasan utamanya. Bukan hanya karena oli berubah menjadi hitam, tetapi juga karena zat-zat penting di dalamnya perlahan habis selama mesin digunakan.
Menurut Society of Automotive Engineers (SAE) dalam publikasi teknis mengenai pelumas mesin, aditif merupakan komponen penting yang akan mengalami degradasi selama masa penggunaan.
DIlansir dari Mobil.com, seiring bertambahnya jarak tempuh dan waktu pemakaian, kemampuan oli untuk melindungi mesin akan terus menurun. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa diganti, gesekan antar komponen mesin bisa meningkat dan berpotensi menyebabkan kerusakan. Oli mesin memiliki beberapa fungsi penting seperti melumasi komponen mesin agar gesekan berkurang, membantu mendinginkan mesin dengan membawa panas, membersihkan kotoran dan sisa pembakaran. Penggantian oli mesin secara rutin juga bisa melindungi logam dari karat dan korosi serta menjaga kinerja mesin tetap optimal.
Semua fungsi tersebut didukung oleh zat tambahan yang dikenal sebagai aditif. Selain terdiri dari base oil (oli dasar), oli mesin juga mengandung sekitar 15–30 persen aditif. Zat inilah yang membuat oli mampu bekerja secara optimal.
Beberapa jenis aditif yang terdapat dalam oli antara lain detergen yang berfungsi untuk menjaga kebersihan mesin. Kemudian dispersan yang membuat kotoran tetap tersuspensi dan tidak mengendap. Ada juga antioksidan yang berfungsi memperlambat proses oksidasi akibat panas. Anti-wear juga terdapat didalam oli mesin untuk mengurangi keausan komponen. Dan yang terakhir anti-foam, untuk mencegah terbentuknya busa. Semakin lama oli digunakan, aditif-aditif tersebut akan terurai atau habis sehingga kemampuan oli menurun.
Banyak orang mengira oli yang menghitam berarti kualitasnya sudah jelek. Padahal, warna hitam justru sering menunjukkan bahwa aditif detergen bekerja mengikat jelaga dan kotoran hasil pembakaran. Namun, jika terus digunakan melebihi masa pakainya, kemampuan oli untuk menahan kotoran akan menurun sehingga perlindungan terhadap mesin ikut berkurang.
Jika oli tidak diganti sesuai jadwal, beberapa risiko yang dapat terjadi diantaranya gesekan mesin meningkat, mesin lebih cepat panas, terbentuk endapan lumpur (sludge), konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien hingga komponen mesin lebih cepat aus.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin dan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal dibandingkan biaya penggantian oli. Oleh karena itu, mengganti oli sesuai rekomendasi pabrikan merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga performa, efisiensi, dan umur panjang mesin kendaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....