Dominasi Superbird yang Membuat NASCAR Ambil Langkah Tegas

  • 27 Feb 2026 09:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Bagi penggemar NASCAR, nama Richard Petty adalah ikon. Dijuluki “The King”, ia pensiun pada 1992 namun tetap dikenang sebagai salah satu pembalap terhebat sepanjang sejarah. Sepanjang kariernya (1958–1992), Petty mencatatkan 1.185 start, 200 kemenangan, dan 123 pole position. Ia juga mengoleksi tujuh gelar juara NASCAR, rekor yang sejajar dengan Dale Earnhardt dan Jimmie Johnson.

Dilansir dari slahsgear.com, pada awal kariernya Petty sempat membalap dengan Oldsmobile, namun dari 1958 hingga 1968 ia identik dengan mobil Plymouth. Pada musim 1968, Chrysler mengumumkan akan merilis versi baru Dodge Charger Daytona dengan peningkatan aerodinamika ekstrem untuk musim 1969. Mobil itu tampil mencolok dengan hidung runcing menyerupai hiu dan sayap belakang tinggi menjulang, desain yang sangat berbeda dari mobil lain di lintasan.

Sementara Dodge berinvestasi besar pada mobil barunya, Plymouth tidak melakukan pembaruan berarti pada mobil #43 Belvedere milik Petty. Padahal pada 1967 ia baru saja mencetak rekor 27 kemenangan dalam satu musim, rekor yang masih bertahan hingga kini. Namun pada 1968 performanya menurun menjadi 16 kemenangan. Petty mendesak Plymouth untuk membuat mobil “bersayap” serupa Dodge, tetapi tak digubris.

Kecewa, pada 1969 ia hengkang dan membalap menggunakan Ford Torino Cobra. Meski tidak menjadi juara, ia finis di posisi kedua, sementara gelar diraih David Pearson yang juga mengendarai Torino. Mobil Dodge Charger bersayap yang dikemudikan Buddy Baker bahkan hanya finis di posisi ke-22 klasemen akhir.

Plymouth akhirnya menyadari pentingnya memikat kembali “The King”. Mereka merekrut Gary Romberg, mantan ilmuwan roket NASA yang sebelumnya terlibat dalam program roket Saturn dan bekerja sebagai insinyur uji terbang di Boeing. Tugasnya jelas: menciptakan mobil yang mampu menandingi dominasi aerodinamika Dodge.

Awalnya, tim mencoba memodifikasi Belvedere dengan hidung runcing dan sayap tinggi. Namun setelah dua bulan pengujian di terowongan angin Wichita State University, hasilnya belum memuaskan. Plymouth kemudian beralih menggunakan basis Plymouth Road Runner. Dari situlah lahir Plymouth Superbird, mobil bersayap yang dinamai dari karakter “Beep, Beep” Looney Tunes. Petty terkesan dan kembali membalap untuk Plymouth pada 1970.

Pada era itu, regulasi NASCAR mewajibkan pabrikan memproduksi dan menjual minimal ratusan unit versi jalan raya agar mobil bisa homologasi sebagai “stock car”. Untuk Superbird, Chrysler harus memproduksi 1.923 unit versi jalan raya.

Mesin 426-cubic inch Hemi V8 yang digunakan pada Dodge Charger Daytona dan Plymouth Superbird terbukti sangat dominan di lintasan superspeedway. Pada musim 1970, Petty meraih 18 kemenangan, sementara rekan setimnya Pete Hamilton menang tiga kali. Bobby Isaac memenangkan 11 balapan dengan Charger dan menjadi juara musim itu. Secara total, dari 48 balapan musim 1970, 38 dimenangkan mobil bersayap.Buddy Baker bahkan mencatat sejarah ketika Charger bersayapnya menjadi mobil NASCAR pertama yang menembus kecepatan 200 mph di Daytona.

Dominasi tersebut membuat NASCAR mengambil langkah tegas pada musim 1971. Meski tidak melarang desain sayap sepenuhnya, mereka membatasi kapasitas mesin secara drastis dari 426 cubic inch menjadi 305 cubic inch, aturan yang secara efektif menghilangkan keunggulan aerodinamika mobil-mobil bersayap itu.

Era mobil “winged warriors” memang singkat, tetapi dampaknya besar dalam sejarah NASCAR. Bagi Richard Petty, kisah Superbird bukan sekadar soal mobil cepat, melainkan bukti bahwa ambisi, teknologi, dan ego pabrikan bisa mengubah arah sejarah balap Amerika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....