Papaya Rules, Filosofi Sportivitas di Tim McLaren F1
- 26 Feb 2026 11:27 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim 2025, tim McLaren memiliki aturan internal unik yang dikenal sebagai “papaya rules”. Istilah ini merujuk pada warna pepaya, yang identik dengan warna oranye khas McLaren.
Menurut laporan bbc.com, istilah tersebut kerap terdengar dalam pesan radio tim ketika dua pebalap McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, sedang bertarung di lintasan. “Papaya rules” pada dasarnya menjadi pengingat bahwa keduanya bebas bersaing, namun harus menjaga pertarungan tetap adil, bersih, dan menghindari kontak fisik.
Bos McLaren, Zak Brown, pernah menjelaskan filosofi aturan tersebut usai Grand Prix Italia 2024 dengan kalimat tegas: “race him hard, race him clean, but don't touch.” Artinya, bertarunglah dengan keras, balaplah dengan bersih, tetapi jangan sampai terjadi tabrakan.
Sementara itu, Team Principal McLaren, Andrea Stella, mengatakan kepada BBC Sport pada 2024 bahwa aturan ini hanya berkaitan dengan balapan tanpa risiko berlebihan dan tanpa kontak antar dua mobil McLaren, serta tetap menjunjung rasa hormat.
Stella kembali menegaskan prinsip tersebut dalam perebutan gelar musim 2025, ketika selisih poin antara Piastri dan Norris hanya terpaut 22 angka. Menurutnya, yang terpenting adalah perebutan gelar tetap berjalan sesuai prinsip dan nilai balap yang dianut McLaren, nilai yang disusun bersama tim dan para pembalapnya.
“Papaya rules” juga menegaskan bahwa McLaren tidak memiliki pembalap nomor satu. Aturan ini dibuat bersama oleh Piastri dan Norris untuk memastikan kesetaraan dan keadilan di dalam tim. Namun, seiring ketatnya persaingan gelar juara dunia, keberadaan pedoman ini justru memicu perdebatan. Sejumlah pengamat mendesak McLaren untuk mengurangi intervensi dan membiarkan perebutan gelar berjalan lebih bebas.
Meski begitu, McLaren tetap berpegang pada prinsip mereka. Terlebih setelah sukses mengunci gelar konstruktor musim 2025 dengan enam balapan tersisa di Grand Prix Singapura, tim asal Woking itu ingin memastikan keberhasilan mereka tidak ternodai konflik internal. Pada akhirnya, “papaya rules” bukan sekadar istilah unik di radio tim, melainkan cerminan filosofi McLaren: bersaing sengit tanpa mengorbankan sportivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....