Inovasi Ferrari di Pramusim F1 Bahrain 2026
- 25 Feb 2026 14:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Ferrari mencuri perhatian di pekan kedua tes pramusim 2026 Formula 1 di Bahrain berkat penampilan inovasi sayap belakang mobilnya, yakni flap atas yang dapat berputar lebih dari 180 derajat hingga berada dalam posisi terbalik saat mode lurus aktif digunakan.
Menurut laporan dari autosport.com, inovasi ini diuji saat Lewis Hamilton mengemudikan mobil pada sesi Kamis. Dengan poros putar yang ditempatkan di tepi depan elemen atas sayap, flap tersebut bisa membalik sepenuhnya. Artinya, ketika sistem aero aktif dinyalakan, sisi yang semula menjadi leading edge (tepi depan) justru berpindah ke bagian belakang mobil.
Dalam regulasi DRS lama, pembukaan sayap memiliki batas celah maksimum 85 mm dan menggunakan poros tetap. Kini, aturan aerodinamika aktif memberi kebebasan lebih besar. Beberapa tim lain seperti Alpine F1 Team dan Audi F1 Team memilih engsel di bagian depan, sehingga tepi belakang sayap turun saat mode lurus aktif, alih-alih mengangkat bagian depan seperti sistem konvensional.
Ferrari mengambil pendekatan yang lebih ekstrem yakni dengan membalik total elemen atas untuk memaksimalkan pengurangan hambatan udara (drag). Pengaturan sudut sayap bertujuan untuk menghasilkan downforce maksimum saat menikung dan mendapatkan drag serendah mungkin di lintasan lurus.
Mengurangi luas frontal memang cara paling jelas untuk menurunkan hambatan, tetapi ada metode lain yakni menciptakan stall pada sayap untuk memangkas induced drag tanpa perlu rotasi besar. Sistem DRS pada ajang Formula Renault 3.5 dulu bahkan bekerja dengan menutup celah antar elemen untuk memicu stall tersebut.
Namun Ferrari memilih pendekatan berbeda, bukan sekadar membuka atau menutup celah, melainkan mengubah sepenuhnya kondisi kerja sayap. Saat elemen atas dibalik, tepi belakang menjadi tepi depan. Perubahan ekstrem ini menurunkan koefisien drag dan mengurangi gaya angkat akibat kelengkungan profil sayap.
Inovasi Ferrari dianggap legal dan lolos regulasi karena menurut autosport.com, ada dua aturan kunci yang membuatnya sah. Pertama pada interval pergerakan. Sayap harus berpindah dari satu posisi ke letak lainnya dalam waktu maksimal 0,4 detik. Selama memenuhi batas ini, mekanismenya dianggap legal.
Kelengkungan profil sayap juga jadi aspek yang harus ditaati. Aturan menyebutkan bahwa profil sayap belakang tidak boleh memiliki radius cekung (concave) yang terlihat dari bawah, dan dilarang mempunyai radius cekung kurang dari 100 mm jika dilihat dari atas.
Ferrari menegaskan inovasi yang dipamerkan hanyalah komponen uji coba. Tim akan mengevaluasi efektivitasnya sebelum memutuskan untuk dibawa ke musim 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa Ferrari tidak sekedar mencari peningkatan kecil, tapi bersedia mengeksplorasi pendekatan radikal di bawah regulasi baru. Jika terbukti efektif dan stabil, bukan tidak mungkin desain ini akan memicu tren baru di grid Formula 1.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....