Dakar Rally, Ajang Uji Ketahanan di Medan Gurun

  • 20 Okt 2025 19:39 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Dakar Rally dikenal sebagai ajang motorsport paling ekstrem di dunia, digelar di medan liar seperti gurun, pegunungan, ngarai, dan wilayah tanpa jalur aspal. Situs toyotagazooracing.com menyebut total jarak yang ditempuh pada ajang ini dapat mencapai lebih dari 8.000 kilometer dalam waktu sekitar dua minggu. Berbeda dari reli biasa, Dakar tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga kemampuan navigasi, strategi logistik, perbaikan kendaraan secara mandiri, sekaligus ketahanan mental dan fisik para peserta.

Kompetisi ini berakar dari Paris–Dakar Rally yang pertama kali digelar pada 1979, dengan rute yang dimulai dari Paris, Perancis pada 1 Januari dan menembus gurun Afrika hingga finish di Dakar, Senegal. Namun, seiring memburuknya kondisi politik dan keamanan di Afrika terkait ancaman teror dari Al-Qaida, Dakar Rally dipindahkan ke Amerika Selatan pada 2009 agar kompetisi tetap bisa diselenggarakan. Hal yang membedakan Dakar dari World Rally Championship (WRC) adalah sifatnya yang terbuka, peserta profesional dan amatir boleh ikut bersama-sama, dengan beragam jenis kendaraan.

Menurut toyotagazooracing.com, kendaraan yang bertanding di Dakar terbagi dalam empat kategori utama: Moto (motor 2 roda), Quads (ATV 4 roda), Auto (mobil 4 roda), dan Camion (truk). Masing-masing kategori masih dibagi lagi menjadi kelas produksi standar (tanpa modifikasi berat) dan super production (kendaraan yang dimodifikasi untuk reli ekstrem).Tingkat kesulitan Dakar dikenal brutal dengan catatan bahwa tingkat keberhasilan finish rata-rata kurang dari 50 persen, bahkan pernah hanya 20 persen peserta yang berhasil mencapai garis akhir, menjadikannya ajang reli dengan tingkat kegagalan tertinggi di dunia. Bagi sebagian orang, Dakar bukan sekadar perlombaan, tetapi ekspedisi bertahan hidup di medan paling keras di planet ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....