Tak Punya Sirkuit, Atlet Balap Bondowoso Terus Berkembang
- 12 Okt 2025 13:54 WIB
- Jember
KBRN, Bondowoso: Meski tak memiliki sirkuit resmi, para pembalap di Bondowoso terus menorehkan prestasi di berbagai ajang balap motor tingkat daerah hingga provinsi. Bahkan, dalam sejumlah kejuaraan, mereka kerap meraih podium, menunjukkan semangat tinggi di tengah keterbatasan fasilitas latihan.
Ratusan pembalap dari berbagai daerah di Jawa dan Bali ikut unjuk kebolehan dalam event balap motor di Alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, pada Minggu (12/10/2025). Kawasan pusat kota itu disulap menjadi sirkuit dadakan yang dinilai banyak pihak memiliki kualitas lintasan cukup baik.
Meski bukan lintasan permanen, para pembalap mengakui aspal dan layout sirkuit Alun-alun RBA Ki Ronggo sangat aman dan menantang. Salah satunya disampaikan Ferry S. Mumu, pembalap asal Bondowoso. Ia menilai sirkuit tersebut sangat cocok untuk balapan.
“Aspalnya bagus, rolling-nya enak, cocok untuk pembalap high speed,” ujarnya.
Namun di balik pujian itu, para pembalap dan pengurus otomotif Bondowoso masih menyimpan harapan besar, yakni memiliki sirkuit resmi untuk latihan.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bondowoso, Hendra Widodo, mengungkapkan bahwa keinginan untuk membangun sirkuit telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso sejak 2023, namun belum mendapat kepastian.
“Kami sangat berharap Bondowoso bisa memiliki sirkuit. Ini bukan hanya untuk event, tapi juga sarana pembinaan atlet muda otomotif,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Klebun Balap itu menambahkan, tanpa sirkuit resmi, para pembalap terpaksa berlatih ke luar daerah seperti Surabaya, Blitar, hingga Malang.
Saat ini, IMI Bondowoso mencatat ada belasan atlet aktif dengan rentang usia 7 hingga 35 tahun yang rutin mengikuti berbagai kejuaraan. Beberapa di antaranya bahkan berhasil membawa pulang medali, termasuk dalam ajang Porprov IX Jawa Timur, meski kala itu cabang balap motor masih bersifat eksibisi.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso, Adi Sutrisno, juga menilai para pembalap di Kota Tape memiliki potensi besar.
“IMI Bondowoso ini sangat potensial. Kami akan terus memberikan dukungan dan mendorong agar balap motor bisa masuk sebagai cabang olahraga resmi di bawah KONI,” jelasnya.
Adi mengungkapkan, pihaknya akan segera berdiskusi dengan KONI Jawa Timur untuk memperjuangkan agar cabang balap motor dilombakan secara resmi dalam Porprov X di Surabaya mendatang.
“Atlet balap kita berpeluang besar menambah perolehan medali bagi Bondowoso,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan sirkuit permanen bagi pengembangan olahraga otomotif di daerah. “Sirkuit dadakan di Alun-alun ini sebenarnya sudah bagus dan diakui banyak pembalap luar daerah. Tapi tentu, fasilitas latihan resmi akan lebih baik untuk pembinaan atlet,” pungkasnya.
Dengan semangat yang terus menyala, para pembalap Bondowoso membuktikan bahwa minimnya fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi, melainkan menjadi motivasi untuk terus mengharumkan nama Bumi Ki Ronggo di kancah otomotif Jawa Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....