Kijang: Simbol Kerjasama Indonesia-Jepang di Otomotif

  • 25 Sep 2025 13:55 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Pada dekade 1970-an, pasar otomotif masih didominasi mobil-mobil Eropa yang diimpor kalangan kaya. Melihat kondisi tersebut, pemerintah mulai mendorong tumbuhnya industri otomotif dalam negeri.

CNBC indonesia menginformasikan bahwa keterbatasan sumber daya manusia membuat pemerintah mencari jalan lain melalui kerjasama dengan negara asing. Kebijakan larangan impor kendaraan utuh pada 1974 menjadi momentum penting. Sebagai gantinya, pemerintah hanya mengizinkan impor kendaraan dalam bentuk rakitan untuk memicu industri perakitan lokal.

Program dari pemerintah yakni Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) di awal tahun 1970-an seakan sejalan dengan Jepang yang sejak 1971 sudah menjalin kemitraan dengan PT Astra International. Hasil nyata dari kerjasama tersebut adalah lahirnya Toyota Kijang, akronim dari Kerjasama Indonesia-Jepang, yang resmi diluncurkan pada 9 Juni 1977 di Pekan Raya Jakarta.

Kijang awalnya diragukan kualitasnya dibanding mobil Eropa, tapi mobil yang lahir dari kerjasama Indonesia dengan Jepang ini dapat memberi alternatif baru bagi masyarakat. Mobil di Indonesia akhirnya tidak hanya sedan, tapi juga ada yang berpenumpang lebih dari empat orang. Kijang perlahan mulai diterima hingga mencatat penjualan 1.000 unit dan menjelma menjadi andalan Astra di pasar domestik.

Toyota Kijang tetap eksis sebagai salah satu mobil legendaris di Indonesia meski sudah bertransformasi dalam desain dan teknologi. Kijang juga sebagai simbol keberhasilan kerjasama Indonesia dan Jepang dalam membangun industri otomotif nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....