Pelari Jember Ahmad Nizar Tuntaskan CCC UTMB 101 Kilometer dalam 17 Jam

  • 21 Sep 2026 05:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pelari asal Kecamatan Mayang, Jember, Ahmad Nizar, menuntaskan lomba ultra trail CCC UTMB (Courmayeur–Champex–Chamonix Ultra-Trail du Mont-Blanc) sejauh sekitar 101 kilometer yang melintasi Italia, Swiss, dan Prancis.

Nizar menyelesaikan perlombaan tersebut dalam waktu 17 jam 36 menit. Capaian itu disampaikannya saat ditemui Bidang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Disporabudpar Jember.

Menurut Nizar, perlombaan di kawasan Pegunungan Alpen menjadi tantangan tersendiri karena peserta harus menghadapi medan pegunungan dan perubahan cuaca.

Kondisi cuaca ekstrem bahkan membuat panitia mengubah rute perlombaan sehingga jarak yang ditempuh menjadi sekitar 101 kilometer.

“Karena cuaca ekstrem, harusnya tinggal nanjak, kemudian rutenya diubah. Akhirnya menjadi 101 kilometer,” kata Nizar, Minggu (20/9/2026).

Dengan catatan waktu tersebut, Nizar menyebut dirinya menjadi pelari Indonesia tercepat kedua pada kategori CCC dalam perlombaan tersebut.

Ia mengatakan, menyelesaikan ultra trail tidak hanya membutuhkan kecepatan. Pelari harus mampu menjaga daya tahan fisik dan mental, mengatur strategi, serta beradaptasi dengan medan dan kondisi cuaca selama perjalanan.

Keberhasilan tersebut sekaligus membawa nama Jember dalam kompetisi olahraga internasional. Kepala Disporabudpar Jember, Regar Jeane Dealen Nangka mengapresiasi capaian Nizar dan menyebut jarak serta medan yang dihadapi bukan tantangan ringan.

“Bupati Jember menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan Ahmad Nizar yang membawa nama Jember dan Indonesia di ajang internasional. Menuntaskan perlombaan sejauh 101 kilometer di Pegunungan Alpen tentu bukan capaian yang mudah,” katanya.

Menurut Regar, prestasi Nizar menunjukkan bahwa atlet dan pegiat olahraga asal Jember memiliki peluang untuk berkompetisi di tingkat internasional.

Ia berharap capaian tersebut ikut mendorong perkembangan olahraga lari dan cabang olahraga berbasis daya tahan di Jember yang semakin diminati masyarakat.

“Yang patut kita apresiasi bukan hanya ketika dia mencapai garis finis, tetapi juga proses, disiplin, konsistensi, serta keberaniannya membawa nama Jember sampai ke panggung dunia,” ujarnya.

Perjalanan Nizar dari Mayang hingga menuntaskan kompetisi di Pegunungan Alpen juga menjadi bagian dari perkembangan olahraga daerah, khususnya bagi atlet yang ingin mengembangkan kemampuan melalui kompetisi di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....