Soekarno Run Libatkan Disabilitas Netra sebagai Terapis Sport Massage

  • 13 Sep 2026 08:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Soekarno Run Banyuwangi 2026 tak hanya menghadirkan ajang lari berhadiah total Rp1 miliar, tetapi juga mengusung semangat inklusivitas. Event yang digelar pada 20 November 2026 itu melibatkan penyandang disabilitas netra sebagai terapis layanan sport massage bagi para pelari.

Layanan tersebut akan ditempatkan di area finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Para penyandang disabilitas netra akan bekerja bersama fisioterapis dan mahasiswa sport massage dari perguruan tinggi negeri untuk membantu pemulihan otot peserta setelah menyelesaikan lomba.

Panitia Soekarno Run Banyuwangi, Indra Agus, mengatakan keterlibatan disabilitas netra merupakan bentuk pemberdayaan sekaligus ruang partisipasi bagi mereka dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.

“Teman-teman disabilitas netra bersama fisioterapis lainnya akan membantu para peserta yang mengalami masalah, terutama masalah pada kaki setelah race,” kata Indra, Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Indra, sport massage menjadi salah satu layanan pemulihan yang membantu mengurangi ketegangan otot dan mempercepat proses recovery setelah berlari. Teknik pemijatan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pelari, mulai dari usapan ringan hingga manipulasi jaringan otot untuk mengurangi rasa kaku.

Meski demikian, ia menegaskan layanan tersebut bukan pengganti penanganan medis. Apabila ditemukan peserta yang mengalami cedera atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan, panitia akan langsung merujuknya kepada tim medis yang telah disiagakan di lokasi.

Selain menghadirkan layanan sport massage, panitia juga menggandeng sejumlah rumah sakit untuk mendukung aspek keselamatan peserta. Beberapa ambulans dan unit mini hospital akan ditempatkan di sejumlah titik lintasan sebagai bagian dari sistem respons darurat selama perlombaan berlangsung.

Soekarno Run Banyuwangi diproyeksikan diikuti lebih dari 3.000 pelari dari 26 provinsi, mulai Aceh hingga Papua. Ajang ini mempertandingkan kategori Half Marathon 21K, 10K, 5K, 3K, dan 1K untuk putra maupun putri, sekaligus menjadi ruang olahraga yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....