BMX Supercross 2026 Dongkrak Ekonomi Warga Banyuwangi

  • 25 Jun 2026 14:19 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Kompetisi balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Bahkan, jauh sebelum perlombaan digelar pada Sabtu-Minggu, 27-28 Juni 2026, perputaran ekonomi sudah dirasakan warga di sekitar Sirkuit Internasional BMX Muncar, Banyuwangi.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 diikuti 343 pembalap dari Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Kehadiran para atlet, ofisial tim, serta keluarga mereka membuat ribuan orang datang ke Banyuwangi sejak beberapa pekan sebelum kompetisi berlangsung.

Ajang yang menjadi satu-satunya balap BMX di Indonesia yang masuk kalender resmi Federasi Balap Sepeda Dunia atau Union Cycliste Internationale (UCI) tersebut menarik minat pembalap untuk berburu poin internasional. Kondisi itu turut mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar arena pertandingan.

Sejumlah warga memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka usaha kuliner, penyewaan kendaraan, hingga menyewakan rumah sebagai penginapan bagi atlet dan ofisial tim yang datang dari luar daerah maupun luar negeri.

Salah satunya Erwin, warga sekitar sirkuit yang telah dua tahun menyewakan rumahnya kepada atlet BMX dan keluarganya.

“Awalnya diberi tahu saudara kalau ada yang mencari penginapan. Akhirnya saya tawarkan dan mereka mau. Sampai sekarang keterusan karena pendapatannya lumayan,” kata Erwin.

Menurut Erwin, permintaan penginapan sudah mulai meningkat sejak satu bulan sebelum kompetisi digelar. Tidak hanya rumah miliknya, sejumlah rumah warga lain di sekitar sirkuit juga disewa oleh para atlet dan pendamping mereka.

Manfaat ekonomi juga dirasakan Tumini, warga yang tinggal tepat di samping sirkuit. Selain membuka warung makan, ia menyediakan jasa penyewaan kendaraan dan toilet umum bagi para pengunjung.

“Kehadiran sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Dewi, pedagang makanan yang rutin berjualan setiap kali ada kegiatan di Sirkuit BMX Muncar. Ia mengaku dapat mulai berjualan sejak sepekan sebelum perlombaan karena banyak atlet yang datang lebih awal untuk berlatih.

“Senang sekali. Setiap ada lomba kami bisa berjualan dan menambah penghasilan keluarga,” kata Dewi.

Sehari-hari Dewi menjalankan usaha toko kelontong di rumahnya. Namun saat ada kejuaraan BMX, ia memanfaatkan peluang dengan menjual aneka makanan dan minuman bagi atlet maupun penonton.

Banyuwangi BMX Supercross 2026 akan mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga kelas Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U-23. Selain menjadi ajang perebutan poin internasional, kejuaraan ini juga diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor sport tourism.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....