Prof Nurkholis Dorong Sport Science di Banyuwangi

  • 21 Mei 2026 22:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Guru Besar bidang keolahragaan Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nurkholis menegaskan pembinaan atlet di Banyuwangi harus mulai mengedepankan pendekatan sport science agar program latihan lebih terukur dan mampu meningkatkan prestasi atlet secara maksimal. Hal tersebut disampaikan Prof. Nurkholis saat memberikan pelatihan fisik bagi pelatih cabang olahraga di Kantor KONI Banyuwangi, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan KONI Banyuwangi saat ini difokuskan pada penguatan aspek fisik, teknik, hingga mental atlet untuk menghadapi berbagai ajang, mulai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga level nasional dan internasional.

“Harapannya pembinaan atlet di Banyuwangi ke depan lebih measurable, observable, dan predictable. Jadi latihan itu tidak asal-asalan, tetapi benar-benar terencana dan terkondisikan dengan baik sehingga KONI bisa memprediksi capaian prestasi maupun target medali atlet,” ujar Nurkholis.

Ia menjelaskan, penerapan sport science sangat penting agar pelatih mampu menyusun program latihan yang efektif dan sesuai kebutuhan atlet. Menurutnya, keberhasilan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga konsistensi latihan yang terukur dan berkesinambungan.

“Kelemahan mendasar atlet Indonesia sering kali ada pada faktor fisik. Karena itu, latihan harus rutin, terprogram, dan memiliki intensitas tinggi. Untuk atlet, frekuensi latihan ideal minimal di atas 10 sesi dalam satu minggu agar kemampuan fisik tidak cepat menurun,” ungkap Nurkholis.

Nurkholis optimistis prestasi olahraga Banyuwangi dapat meningkat apabila sistem pembinaan modern tersebut diterapkan secara konsisten. Ia menyebut kegiatan pendampingan akan terus berlanjut dengan melibatkan para pakar olahraga dan kepelatihan guna memperkuat kualitas atlet Banyuwangi di masa mendatang.

Ketua KONI Banyuwangi, A. Kairuillah mengatakan pelatihan pelatih fisik yang digelar bertujuan meningkatkan kemampuan pelatih dalam membina atlet usia muda secara tepat dan terukur. Menurutnya, pelatih harus memahami teknik latihan fisik yang benar agar pembinaan atlet berjalan maksimal dan menghasilkan prestasi.

“Harapan kami melalui pelatihan ini para pelatih di masing-masing cabang olahraga bisa memahami bagaimana cara melatih atlet usia muda dengan benar, terutama dalam membangun ketahanan fisik serta melakukan evaluasi terhadap hasil latihan yang diterapkan,” ujar Kairuillah, Kamis, 21 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....