Efisiensi Anggaran, Tour de Banyuwangi Ijen 2026 Ditiadakan
- 23 Apr 2026 16:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan tidak menggelar ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) pada tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran daerah yang kini difokuskan pada program prioritas masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, keputusan tersebut masih dalam ruang pembahasan, namun mengarah pada penyesuaian kondisi fiskal daerah. Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, sehingga anggaran untuk event berskala internasional berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih mendesak.
“Melihat kondisi anggaran pemerintah daerah yang ada, sepertinya TdBI tidak bisa dilaksanakan di tahun ini, Kami fokus pada hal-hal prinsip yang berdampak langsung ke masyarakat," ungkap Bupati Ipuk, Kamis 23 April 2026.
Tour de Banyuwangi Ijen merupakan salah satu ikon sport tourism yang telah digelar sejak 2012 dan memasuki edisi ke-11 pada 2025. Event ini sempat vakum selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19, sebelum kembali digelar pada 2023 hingga 2025.
Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa ITdBI tidak dihentikan secara permanen. Pemerintah daerah masih membuka peluang untuk kembali menggelarnya pada tahun mendatang.
“Harapannya, tahun depan kita bisa melaksanakan kembali ITdBI,” imbuhnya.
Sebagai gantinya, Pemkab Banyuwangi akan memperkuat konsep Banyuwangi Attraction 2026 dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, tidak hanya menonjolkan budaya, tetapi juga aspek ekonomi dan lingkungan.
Menurut Ipuk, konsep tersebut diarahkan untuk memberdayakan potensi lokal, khususnya dari desa-desa di Banyuwangi.
“Banyuwangi Attraction tidak hanya soal budaya, tapi juga ekonomi dan lingkungan. Kita ingin merangkul kekuatan SDM dari desa hingga seluruh Banyuwangi,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga akan memberikan ruang lebih luas bagi desa untuk menampilkan potensi unggulan masing-masing, mulai dari produk ekonomi hingga inisiatif berbasis lingkungan.
“Desa-desa kita beri kesempatan menunjukkan potensi yang dimiliki, tidak hanya budaya tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan,” tegas Ipuk.
Langkah ini diharapkan tetap menjaga geliat pariwisata Banyuwangi sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....