Disiplin Menurun, Target Panahan Jember di POPNAS Meleset

  • 30 Nov 2025 03:10 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Ketua Perpani Jember, Kusuma Irianto, menyampaikan evaluasi keras terkait capaian kontingen panahan yang turun pada ajang POPNAS 2025 di Jakarta. Ia menilai performa atlet mengalami penurunan signifikan akibat rendahnya disiplin, baik dalam pola makan, koordinasi, maupun penanganan peralatan dan bermain gadget.

Menurut Kusuma Sabtu (29/11/2025) informasi dari pemantauan langsung di lokasi menunjukkan banyak problem mendasar yang seharusnya tidak terjadi pada atlet yang sedang bertanding di level nasional. Salah satunya adalah tidak tersentuhnya makanan resmi yang telah disediakan panitia.

“Makanan yang sudah disediakan pemerintah sama sekali tidak disentuh. Padahal menunya sebenarnya sangat layak. Mereka justru lebih memilih mencari makanan di luar, dan akhirnya ada yang sakit secara mendadak,” ungkapnya.

Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan performa saat bertanding. Kusuma menegaskan bahwa disiplin terhadap asupan makanan merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya koordinasi atlet dengan pelatih, terutama terkait pergantian atau penyesuaian alat. Ia menyebut tindakan tersebut sangat berisiko karena sedikit perubahan pada peralatan dapat berpengaruh besar pada presisi tembakan.

“Beberapa atlet merubah alat tanpa koordinasi dengan pelatih. Mereka berspekulasi sendiri. Akibatnya, pada hari lomba, alat tidak optimal dan peluang emas hilang begitu saja,” jelasnya.

Kusuma menegaskan bahwa kurangnya koordinasi ini membuat pelatih daerah berada pada posisi sulit untuk melakukan koreksi, padahal pembinaan yang diterima para atlet berasal dari pelatih daerah masing-masing.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa target kontingen sebenarnya cukup tinggi, yaitu membidik medali pada nomor duamaras. Tim compound yang diturunkan merupakan gabungan atlet dari Sidoarjo, Jember, dan Banyuwangi. Namun hasilnya seluruh atlet harus terhenti di babak perempat final dan 1/8 final.

“Target kita memang dua emas, tetapi semuanya kandas di babak awal,” ujarnya.

Kusuma berharap evaluasi menyeluruh ini dapat menjadi pembelajaran penting untuk pembinaan jangka panjang.

“Kedisiplinan dan attitude harus benar-benar diperbaiki. Efeknya besar sekali terhadap performa di lapangan,” tegasnya.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....