Kisah Atlet Taekwondo Unmuh Jember di Bali Cup
- 11 Nov 2025 05:03 WIB
- Jember
KBRN,Jember: Di tengah riuhnya GOR Lila Bhuana, Denpasar, ribuan pasang mata menyaksikan satu per satu pertandingan sengit Kejurnas Kadisdikpora Bali Cup 2025. Namun di antara lebih dari 1.000 peserta dari berbagai provinsi, dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember hadir bukan sekadar untuk ikut bertanding mereka datang membawa tekad untuk membuktikan sesuatu.
Adam Atha Firdaus, mahasiswa semester satu Pendidikan Jasmani, melangkah ke arena dengan detak jantung yang tidak ia ingkari, gugup. Bagaimana tidak, ini adalah debutnya di panggung nasional. Namun debut itu justru berubah menjadi momentum penting. Bertanding di kategori under 74 kg Kyurugi, Adam sukses mengamankan juara 3, sebuah pencapaian yang ia sendiri sebut sebagai “di luar dugaan.”
“Awalnya saya sempat gugup karena ini pengalaman pertama di tingkat nasional. Tapi dukungan dari pelatih dan teman-teman membuat saya percaya diri,” ujarnya Adam Senin (10/11/2025).
Bagi Adam, medali perunggu itu bukan akhir, melainkan permulaan perjalanan panjangnya sebagai atlet.
Di sisi lain arena, seniornya, Sanrio Dwi Kurniawan mahasiswa semester sembilan dari prodi yang sama menunjukkan ketenangan khas atlet matang. Dengan pengalaman tanding lebih panjang, ia berhasil meraih juara 2 kategori under 63 kg Kyurugi. Namun Sanrio tidak ingin dianggap sebagai bintang tunggal.
“Kemenangan ini bukan hanya soal medali, tapi tentang bagaimana kami bisa membuktikan bahwa mahasiswa Unmuh Jember mampu bersaing di kancah nasional,” tuturnya.
Ia menekankan satu hal yaitu kerja keras tidak pernah berdiri sendiri. Hanya dua minggu. Itu waktu yang dimiliki Adam dan Sanrio untuk mempersiapkan diri. Namun di ruang latihan UKM Taekwondo Unmuh Jember yang juga bekerja sama dengan Dojang Zero Taekwondo Academy dua minggu itu terasa jauh lebih panjang.
Di bawah bimbingan Sabeum Agis, Sabeum Hilmi, Sunbae Renal, serta manajer tim Hauwin, mereka menjalani sesi drill teknik, simulasi pertandingan, hingga mental coaching. Para pelatih bukan sekadar memberi instruksi, tetapi membentuk mindset bertarung yang teguh.
Keberhasilan Adam dan Sanrio memberikan energi baru bagi UKM Taekwondo Unmuh Jember. Prestasi ini menjadi penanda bahwa pembinaan olahraga kampus mampu menghasilkan atlet kompetitif, bahkan di tengah padatnya aktivitas akademik.
Lebih luas lagi, capaian ini mempertegas komitmen Unmuh Jember dalam mendukung mahasiswa berprestasi, baik di ranah akademik maupun non-akademik. UKM Taekwondo pun menargetkan peningkatan program pembinaan dan intensifikasi partisipasi dalam turnamen nasional hingga internasional.
Bagi Adam dan Sanrio, perjalanan di Bali Cup 2025 adalah awal sebuah narasi yang lebih besar: tentang mimpi, dedikasi, dan keberanian menantang batas diri.
Dan bagi Unmuh Jember, dua medali itu bukan sekadar angka melainkan bukti bahwa kampus ini terus menumbuhkan talenta yang siap bersaing, menginspirasi, dan membawa pulang kebanggaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....