Ratusan Cyclist Ramaikan Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025
- 27 Sep 2025 16:43 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Sebanyak 394 cyclist dari berbagai daerah dan mancanegara meramaikan ajang Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025. Selain diikuti atlet profesional, event ini juga diramaikan komunitas dan pecinta balap sepeda.
Peserta datang dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Lampung, hingga Maluku. Dari mancanegara, pembalap hadir dari Kolombia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Selandia Baru, Filipina, dan Singapura.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas langsung para peserta di Pantai Marina Boom, Sabtu (27/9/2025) pukul 06.00 WIB. Para rider kemudian menempuh rute sejauh 86,9 kilometer, menyusuri keindahan alam Banyuwangi hingga garis finis di Paltuding, Ijen.
“Event ini bagian dari upaya menegaskan branding Banyuwangi sebagai kota sepeda. Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Ijen KOM 2025. Mari nikmati bersepeda di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk, Sabtu (27/9/2025).
Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025 menambah daftar agenda balap sepeda di Banyuwangi. Tahun ini, Banyuwangi juga menggelar Tour de Banyuwangi Ijen (28–31 Juli), Banyuwangi Ijen Geopark Downhill (20–21 September), dan Banyuwangi BMX (15–16 November).
Menurut Ipuk, ajang sport tourism seperti ini tidak hanya menonjolkan wisata alam, tetapi juga seni dan budaya lokal. Dengan begitu, Banyuwangi semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia.
“Event yang menggabungkan olahraga dengan seni dan budaya lokal seperti ini menjadi cara daerah untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada lebih banyak orang,” Kata Bupati Ipuk.
Penggiat olahraga sepeda, Azrul Ananda, menilai rute menuju Ijen merupakan salah satu trek paling menantang di Indonesia dan sudah mendunia. Balapan kali ini menjadi seri penutup Mainsepeda Trilogy 2025, setelah Bromo KOM (17 Mei) dan Kediri Dholo KOM (20 Juli).
Tanjakan Ijen masuk kategori hors catégorie atau tanjakan dengan tingkat kesulitan tinggi. Jalur ini bahkan sudah beberapa kali dilalui pembalap profesional berlevel Union Cycliste Internationale (UCI).
Liliana Herawati, peserta asal Purwokerto, Jawa Tengah, mengaku takjub bisa ikut merasakan sensasi gowes di Banyuwangi.
“View-nya bagus banget, ya. Sepertinya baru pertama kali start dari pantai. Jam 5 sudah terang banget, saya sampai kaget, kirain telat,” ujar Liliana.
Pemilihan Pantai Marina Boom sebagai titik start bukan tanpa alasan. Para rider diajak menikmati matahari terbit dengan latar pantai dan siluet pegunungan Ijen. Dari sana, rute berlanjut melewati hamparan sawah, perkampungan, perkebunan, hingga lanskap kaki Gunung Ijen yang menawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....