Banyuwangi Ijen Green Trail Run Suguhkan Tantangan Mempesona

  • 07 Sep 2025 20:52 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Ajang Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025 yang digelar pada 6–7 September memberikan pengalaman tak terlupakan bagi ratusan pelari dari dalam dan luar negeri. Mereka tidak hanya ditantang fisik, tetapi juga dimanjakan dengan panorama mempesona Ijen Geopark yang telah mendunia.

Tahun ini, sebanyak 378 pelari ikut serta dalam kompetisi yang masuk kalender Asia Trail Master. Para peserta datang dari berbagai negara, antara lain Singapura, Jepang, China, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Mesir, Prancis, Belanda, hingga Jerman. Pelari dari sejumlah kota di Indonesia juga turut meramaikan jalannya lomba.

Para pelari terbagi dalam empat kategori lomba, yaitu 8 kilometer, 14 kilometer, 25 kilometer, dan 50 kilometer. Setiap kategori menawarkan tingkat kesulitan berbeda, yang menguji daya tahan dan strategi masing-masing peserta.

Thimo Kilberth (51), pelari asal Jerman yang meraih juara pertama kategori master men 25 kilometer, mengaku kagum dengan rute yang dilalui. Ia menilai lintasan di Banyuwangi memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ajang trail run lainnya.

“Lintasannya berat, tapi sangat indah. Apalagi saat naik ke kawah Ijen. Semuanya luar biasa,” ujarnya Thimo, Minggu (7/9/2025).

Menurut Thimo, keunikan Banyuwangi terletak pada kombinasi keindahan alam dan tantangan fisik. Fenomena alam seperti Blue Fire Kawah Ijen serta jalur yang menembus Gunung Ranti menjadi daya tarik yang sulit ditemui di tempat lain.

Sejak start, para pelari langsung disambut trek yang bervariasi. Mereka melewati jalan setapak, jalur berbatu, tanjakan curam, hingga turunan ekstrem yang benar-benar menguji fisik dan mental.

Meski begitu, setiap pelari merasakan kelelahan mereka terbayar dengan pemandangan menawan. Hamparan perkebunan hijau, hutan pinus, kebun kopi, hingga padang ilalang terbentang di sepanjang rute dan memberikan pengalaman berlari yang berbeda.

Akhmad Nizar, pelari asal Jember yang menjadi juara umum kategori 50 kilometer men, juga merasakan hal serupa. Ia menyebut rute Banyuwangi sangat lengkap sekaligus menantang.

“Treknya sangat menantang, komplit lewat Gunung Ranti dan Ijen. Wisatanya juga makin bagus dan ramai,” ungkap Nizar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang hadir langsung untuk menyerahkan hadiah, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar olahraga. Menurutnya, Banyuwangi Ijen Green Trail Run sekaligus menjadi sarana promosi sport tourism daerah.

“Jalur yang dilewati masuk dalam site Geopark Ijen. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus menguatkan branding Banyuwangi yang menekankan kekuatan alam, budaya, dan keberlanjutan,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, pesona Geopark Ijen yang unik berpadu dengan jalur ekstrem membuat ajang ini sangat istimewa. Bagi Banyuwangi, kegiatan ini tidak hanya tantangan olahraga, tetapi juga pengembangan wisata daerah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....