Etape Kedua TdBI 2025 Suguhkan Rute Paving Menanjak
- 29 Jul 2025 06:31 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025 akan menyuguhkan tantangan baru bagi 94 pembalap dari berbagai negara yang akan menempuh jarak sejauh 158,8 kilometer, Selasa (29/7/2025). Tak sekadar adu kecepatan, para peserta akan diuji ketangguhannya di rute rolling (naik-turun) dengan kejutan lintasan paving stone menanjak di kawasan Jelun.
Paving sepanjang hampir 4 kilometer itu terletak di kilometer 123, tepatnya antara Macan Putih menuju Jelun. Medan ini bukan hanya menuntut kekuatan fisik ekstra, tetapi juga kecermatan dalam memilih ban, gir, dan penguasaan sepeda di medan tidak rata. Rute ini menjadi elemen pembeda dalam perayaan satu dekade TdBI yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI).
“Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya sekitar 1 kilometer di Alas Purwo dan belum masuk ke rute kompetitif, kali ini rute paving stone berada di tengah-tengah balapan dan dengan kondisi menanjak. Ini jelas jadi tantangan serius bagi para pembalap,” ujar Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan.
Alfin menambahkan, jalur paving tersebut akan memberikan warna tersendiri karena ditempatkan di saat stamina pembalap sedang diuji. “Tantangannya bukan hanya teknis, tapi juga strategi tim,” tambahnya.
Etape kedua ini dimulai dari kawasan Taman Nasional Alas Purwo, melintasi jalur datar menuju Kecamatan Genteng, sebelum berlanjut ke rute tanjakan di wilayah Songgon. Ketika memasuki kilometer ke-122, para pembalap akan menjajal rute menanjak paving hingga finish di Kantor Bupati Banyuwangi.
Tiga titik sprint juga disiapkan panitia untuk menambah intensitas persaingan, yakni di Glagah Agung (KM 34,5), Maron Genteng (KM 78,8), dan Rogojampi (KM 113,4). pada etepe ini ada sati titik King Of Mountain (KOM) di kilometer 129 tepatnya di jalur paving stone Jelun.
Persaingan pembalap masih tetap sama pada etape pertama, seperti pembalap Perancis Villemin Alan (Banyuwangi Raod Cyling Club), Benjami Prades (VC Fukuoka, Jepang) dan Jeroen Meijers (Victoria Sports Pro Cycling Filipina), mereka akan bersaing dengan pembalap Indonesia Tery Yudha (JPC), Aiman Cahyandi (Terengganu Cycling Malaysia) dan Imam Arifn (Nusantara).
Sementara itu pada etape pertama, Senin (28/7/2028) pembalap Belanda Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cycling Filipina, menjadi yang tercepat, dengan catatan waktu 2 jam 38 menit 23 detik, sekaligus berhak mengenakan Ijen Sulfur Jersey, sebagai tanda pimpinan lomba. Di etape ini Meijers akan diawasi beberapa pesaingnya, sehingga akan bertahan di peleton dan diperkirakan jersey Ijen Sulfur diprediksi akan berpindah ke pembalap lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....