Tujuh Juara Nasional Adu Gengsi di TdBI 2025

  • 28 Jul 2025 09:52 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Sebanyak tujuh juara nasional dari berbagai negara bersaing sengit di etape pertama ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025, yang resmi dimulai Senin (28/7/2025). Status sebagai kampiun di negara masing-masing menjadi taruhan di ajang bergengsi yang disebut sebagai salah satu balapan terbaik di kawasan Asia.

Nama-nama besar meramaikan kompetisi tahun ini. Di antaranya, juara nasional Aljazair Yacine Hamza yang membela tim Madar Pro Cycling, juara Macau Chin Pok Kam (China Anta – Mentech Cycling Team), Juara Korea Jaebin Yun (Seoul Cycling Team) serta juara Laos Ariya Phounsavat (Roojai Insurance Cycling Thailand). Mereka akan bersaing dengan juara nasional Filipina Felipe Marcel Victoria Sports Pro Cycling), Jaura Thailand Sarawut Sirronna dan juara Indonesia Mohammad Abdurrahman dari tim Jakarta Pro Cycling.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut antusias kehadiran para pembalap top dunia di ajang TdBI 2025. Menurutnya, kehadiran atlet berkualitas akan meningkatkan daya saing dan citra kejuaraan yang telah menjadi ikon sport tourism di Banyuwangi.

“Kita ingin setiap penyelenggaraan TdBI selalu lebih baik. Kehadiran pembalap juara dari berbagai negara akan membuat balapan semakin menarik dan kompetitif. Harapannya semua atlet bisa bertanding secara sportif dan meninggalkan kesan positif dari Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Etape pertama dimulai dari Pasar Pesanggaran dan berakhir di Kantor Bupati Banyuwangi dengan jarak 125,5 kilometer. Etape ini didominasi oleh lintasan datar, cocok untuk para sprinter.

Selanjutnya, etape kedua akan menempuh rute Alas Purwo – Kantor Bupati Banyuwangi sejauh 158,8 kilometer. Etape ini menantang dengan jalan paving sepanjang 3 kilometer dari Macan Putih ke Jelun, yang menuntut kekuatan ekstra.

Etape ketiga, RTH Glenmore menuju Kantor Pemkab Banyuwangi (140,3 kilometer), menyuguhkan rute rolling dengan tanjakan tajam hingga 21 persen di kawasan Pakel. Sementara etape keempat sekaligus pamungkas, sejauh 150 kilometer dari RTH Maron Genteng ke Paltuding Ijen, menjadi medan paling berat dengan tanjakan ekstrem di lereng Gunung Ijen sekaligus penentu akhir klasemen umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....