Peran Indonesia Dalam Cop 27 Dan Perubahan Iklim

  • 21 Nov 2022 16:33 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia membutuhkan pemahaman tersendiri bagi seluruh masyarakat.


Amanda Katili Niode, Director Climate Reality Indonesia mengaku, Penyebab perubahan iklim yang terbesar sejarang ini adalah penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan dan juga perubahan tata guna lahan.


Dirinya menyebut, Pertanian saat ini sangat terdampak terhadap perubahan iklim. Untuk itu, Indonesia turut ikut serta dalam upaya menghentikan perubahan iklim melalui Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang juga dikenal sebagai Climate Change Conference.


“Meskipun scara global, dampaknya juga lokal, seperti yang kia lihat, banjir, longsor, ini bencana hidrometereologi, kemudian kebakaran lahan. Tempat yang belum pernah mengalami, tetapi karena perubahan iklim ini mereka juga terkena bencana.” ujarnya saat berdialog bersama RRI Senin(21/11/2022)


Ditambahkannya, masyarakat terlihat masih belum peduli terkait perubahan iklim, maupun isu lingkungan yang lain. Beberapa waktu yang lalu, di Kecamatan Wuluhan, ada wilayah persawahan terendam air dan gagal panen. Padahal, Jember daerah pertanian yang besar. Sehingga, berpengaruh terhadap krisis iklim.


“Kami terus akan berkomitmen dengan adanya isu iklim, sempat memancing dengan boneka dan poster di alun-alun Jember. Setiap 2 minggu sekali, ada aksi kamisan yang membicarakan perubahan iklim”paparnya


Sebelumnya, di Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP-26), ada poin yang sudah didapatkan terkait bagaimana secara global pemimpin di dunia ini menghentikan pemanasan global, serta bagaimana ambisi Indonesia yang sudah diimplementasikan ke dalam UU Tahun 2016 tentang pengesahan ParisClimate Change. Indonesia salah satu berperan yang digadang sebagai paru-paru dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....