Tim SAR Gabungan Masih Fokus Mencari Bangkai Kapal

  • 07 Jul 2025 10:28 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Memasuki hari kelima pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025 sekitar pukul 23:35 Wib, Tim SAR gabungan masih fokus mencari keberadaan bangkai kapal yang diduga teseret arus hingga 800 meter dari titik awal kapal tenggelam.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno mengatakan, KRI Pulau Fanildo belum bisa bekerja maksimal menggunakan alat sonar untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan menentukan jarak objek yang ada di bawah air.

"Hari ini tim SAR masih tetap fokus melakukan pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Kemarin KRI Pulau Fanildo belum bisa bekerja optimal karena terkendala arus laut yang sangat kuat, sehingga alat remotely operated vehicle (ROV) tidak bisa bekerja optimal," ujar Eko Suyatno dalam Konferensi Pers, Senin (7/7/2025).

ROV merupakan alat yang dioperasikan dari jarak jauh untuk memastikan apakah benda yang terdeteksi oleh KRI Fanildo itu adalah bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Namun karena pengaruh arus bawah laut yang sangat kuat, ROV belum bekerja secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Penyelam dan Penyelamatan Koarmada II Surabaya, Kolonel Laut (P) Haran Al Ahsan mengaku, pihaknya sedang mempersiapkan menurunkan remotely operated vehicle (ROV) untuk memastikan keberadaan bangkai kapal Tunu Pratama Jaya.

"Kami sedang menyiapkan apabila terdeteksi kedalaman laut antara 40 hingga 50 meter, kami akan turunkan ROV. Alat ini akan kita turunkan dengan batasan batasan. Apabila memang arus masih sangat kuat kami akan cari waktu yang tepat agar ROV bekerja maksimal," ungkapnya.

Ia berharap, apabila ROV mampu bekerja optimal dan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya bisa terdeteksi maka tim penyelam baik dari TNI AL maupun dari Basarnas akan diturunkan.

"Tim penyelam sudah stand by untuk melakukan penyelaman. Jika bangkai kapal Tunu Pratama Jaya sudah ditemukan dan arus bawah laut mendukung, tim penyelam akan bergerak," ucapnya.

Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menyebutkan, hingga saat ini jumlah korban ditemukan selamat sebanyak 30 orang, dan 7 orang meninggal serta 28 orang masih dalam pencarian.

Diinformasikan RRI sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut sebanyak 65 penumpang terdiri dari 53 pengguna jasa dan 12 kru kapal serta 22 unit kendaraan. Kapal Ferry tersebut tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) sekitar pukul 23.35 Wib.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....