Koarmada Terjunkan Penyelam dan Alut Temukan Bangkai Kapal

  • 05 Jul 2025 18:42 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Komando Armada II Surabaya menerjunkan tim penyelam sebanyak delapan personel dibantu juga oleh tujuh personel Pasukan Katak TNI AL Surabaya untuk membantu melakukan pencarian utama (fix datum) atau titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.

Panglima Koarmada II Surabaya Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengatakan 15 persnoel tim penyelam dan pasukan katak itu nantinya melaksanakna tugasnya secara optimal hingga menemukan bangkai Kapal Tunu yang tenggelam pada Rabu malam lalu.

"Tim ini berpengalaman. Mereka mengikuti kegiatan pertolongan korban di laut hingga kedalaman 40 sampai 50 meter," ujar Laksamana Muda Alit di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025).

Sebanyak 15 personel tim penyelam dan Pasukan Katak itu nantinya akan berkolaborasi dengan KRI Pulau Fanildo yang mempunyai kemampuan sensor Sonar atau sound navigation and ranging.

Alat Sonar merupakan teknologi yang menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi, mengindentifikasi serta menentukan jarak objek di bawah permukaan air.

"Kami optimalkan kolaborasi kemampuannya, sehingga kami bisa menentukan fix datum atau lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali," tegas Panglima Koarmada II Surabaya.

Setelah bisa menentukan titik pencarian utama atau fix datum, tim penyelam akan diterjunkan ke titik tersebut. Kami juga membawa magnetometer yang bisa memastikan kekuatan magnet di bawah permukaan air.

"Setelah bisa tahu posisi kontak tersebut, baru kami yakinkan menggunakan alat Sonar. Kemungkinan keberhasilan alat ini bekerja 95 persen akurat," tutur Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya.

Sementara Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyanto memastikan sebanyak 22 orang penyelam yang diterjunkan dalam operasi tersebut.

"Mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Blambangan Banyuwangi. Dari 22 orang penyelam yang dinyatakan kompeten sebanyak 16 orang," bebernya.

Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menyebutkan, hingga saat ini jumlah korban ditemukan selamat sebanyak 30 orang, dan enam orang meninggal serta 29 orang masih dalam pencarian.

KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut sebanyak 65 penumpang terdiri dari 53 penumpang dan 12 ABK/kru dan 22 unit kendaraan. Kapal Ferry tersebut tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) sekitar pukul 23.35 Wib.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....