BGN Minta SPPG Tak Paksa Sekolah Terima MBG
- 28 Jan 2026 19:59 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus mengedepankan prinsip sukarela tanpa unsur paksaan kepada sekolah. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang memaksa sekolah agar siswanya menjadi penerima manfaat MBG.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Program MBG bersama Forkopimda, Kasatpel, yayasan, mitra, korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi, Sabtu, 24 Januari 2026.
Menurut Nanik, meskipun pemerintah memiliki komitmen memberikan pemenuhan gizi kepada seluruh anak Indonesia, penerapan MBG tetap harus menghormati keputusan sekolah. Terlebih, tidak semua sekolah membutuhkan intervensi program tersebut.
“Kalau ada sekolah yang siswanya berasal dari keluarga mampu dan sudah tercukupi gizinya, lalu memilih tidak menerima MBG, itu tidak menjadi masalah,” ujar Nanik, seperti yang dikutip dari bgn.go.id.
Ia menjelaskan, sikap tegas ini muncul setelah adanya laporan dari salah satu Kepala SPPG di Banyuwangi yang mengalami kesulitan memperluas penerima manfaat MBG. Sejumlah sekolah dengan jumlah siswa besar menolak program tersebut meski telah dilakukan pendekatan melalui aparat kewilayahan.
“Sekalipun sudah dibantu Danramil dan Kapolsek, sekolah itu tetap menolak. Dan itu harus kita hormati,” katanya.
Nanik menekankan, tidak boleh ada stigma negatif terhadap sekolah yang menolak MBG, apalagi anggapan bahwa penolakan tersebut berarti tidak mendukung program pemerintah.
“Tidak boleh ada intimidasi atau tekanan dalam bentuk apa pun. Prinsip MBG adalah membantu, bukan memaksa,” ucap Nanik.
Sebagai tindak lanjut, BGN mendorong para Kepala SPPG untuk memfokuskan pendistribusian MBG kepada kelompok yang lebih membutuhkan, seperti pesantren kecil, anak putus sekolah, anak jalanan usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
“Masih banyak sasaran yang lebih membutuhkan dan belum terjangkau MBG. Di situlah energi kita harus diarahkan,” tutur Nanik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....