Lumajang Luncurkan Program SPPG untuk Perkuat Ketahanan Gizi
- 27 Agt 2025 09:12 WIB
- Jember
KBRN, Lumajang: Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi meluncurkan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyasar 3.750 penerima manfaat. Sasaran program ini meliputi siswa sekolah, balita, dan ibu hamil, dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.
Bupati Lumajang Indah Amperawati atau Bunda Indah menegaskan, SPPG bukan sekadar distribusi makanan biasa. Program ini merupakan intervensi gizi terencana yang disusun berdasarkan standar kesehatan dan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia.
“Untuk anak-anak berasnya 100 gram, orang dewasa 175 gram, dan balita 100 gram. Komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing penerima manfaat,” ujar Bunda Indah saat meninjau pelaksanaan SPPG di SMP NU An Naashiri, Kecamatan Pasrujambe, Senin (25/8/2025).
Meski setiap porsi makanan hanya dialokasikan Rp10.000, kualitas bahan pangan tetap menjadi prioritas. Pemkab Lumajang memastikan pengawasan ketat dilakukan oleh ahli gizi dan Dinas Kesehatan agar setiap menu memenuhi standar gizi seimbang.
“Program ini kita awasi ketat. Tidak boleh asal kenyang, tapi harus benar-benar sehat,” tegasnya.
Keunggulan lain dari SPPG adalah pemanfaatan 100 persen bahan pangan lokal. Mulai dari beras, sayur, hingga lauk-pauk dipasok langsung oleh petani dan pelaku UMKM Lumajang. Dengan begitu, program ini tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Semua bahan baku kita ambil dari lokal. Jadi selain menyehatkan anak-anak dan ibu hamil, kita juga mendukung petani dan UMKM agar terus berdaya,” jelas Bunda Indah.
Pemkab Lumajang juga berkomitmen menghadirkan layanan merata hingga ke pelosok desa. Daerah terpencil seperti Ranupani mendapat perhatian khusus dengan sistem distribusi yang memastikan makanan tetap layak konsumsi.
“Daerah seperti Ranupani mendapat perhatian khusus. Kita pastikan makanan sampai maksimal 25 menit, idealnya 20 menit,” ungkapnya.
Program SPPG diyakini akan memberikan dampak strategis dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Lebih jauh, program ini juga dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Ini bukan sekadar program makan bergizi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan masa depan Lumajang dan Indonesia,” pungkas Bunda Indah.
Dengan konsep yang mengintegrasikan layanan gizi, pemberdayaan ekonomi lokal, dan ketahanan pangan, SPPG Lumajang dinilai sebagai model pembangunan kesehatan preventif berbasis kearifan lokal. Program ini bahkan dianggap layak untuk direplikasi di tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....