"Ayam Latte" Asal Guangzhou yang Hebohkan Pecinta Kuliner

  • 16 Sep 2026 13:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Kreativitas industri kuliner di Indonesia seolah tidak pernah kehabisan ide unik untuk menarik perhatian publik. Setelah sempat diramaikan oleh tren makanan penutup bertekstur kenyal dan estetik, kini media sosial dihebohkan oleh kehadiran Latte Puding Karamel Ayam, sebuah sajian kopi susu (latte) dengan topping puding vanilla berbentuk anak ayam mentah utuh yang dibuat sangat rinci.

Sebagaimana dikutip RRI dari ulasan para food vlogger seperti Jakarta Foodie, Jktgo, hingga akun @onebitebigbite pada Selasa, 15 September 2026, tren nyeleneh ini awalnya populer di Guangzhou, China. Tren tersebut kemudian diadaptasi dan diboyong ke pasar lokal Indonesia oleh sebuah kedai berkonsep nostalgia, Te Tiam Nostalgia Social House, yang berlokasi di kawasan Pluit Karang Indah Timur, Jakarta Utara.

Kehadiran menu tersebut langsung meledak di dunia maya setelah diulas secara visual oleh para kreator konten di platform TikTok dan Instagram. Melalui video ulasan yang diunggah Jakarta Foodie dan @onebitebigbite, netizen diperlihatkan penampilan unik puding berbentuk anak ayam mentah yang bergoyangan kenyal di atas segelas kopi susu dingin.

Menu yang heboh dengan sebutan "Ayam Latte" ini memadukan segelas es kopi susu atau es matcha latte premium dengan puding vanilla di atasnya. Daya tarik utamanya terletak pada penggunaan cetakan 3D khusus yang mampu menghasilkan tekstur lipatan sayap, paha, hingga pori-pori kulit kasar khas ayam mentah siap potong.

Saat disajikan kepada pelanggan, hidangan ini dilengkapi dengan saus karamel cair terpisah. Karamel tersebut sengaja dituangkan langsung di atas tubuh "ayam puding", memberikan efek visual mengilap layaknya hidangan ayam hainan bertabur minyak atau ayam madu.

Sejak video ulasan dari para food vlogger tersebut beredar luas, tanggapan masyarakat di kolom komentar media sosial langsung terbelah. Sebagian pencinta kuliner menganggap sajian ini sebagai bentuk inovasi yang jenius dan menarik untuk konten, sementara sebagian lainnya justru merasa geli hingga merinding karena tampilannya yang terlalu mirip daging mentah.

Kendati visualnya sempat memicu pro dan kontra, dari segi rasa puding ini sebenarnya menawarkan sensasi manis yang bertolak belakang dengan tampilannya. Puding tersebut murni menyajikan rasa vanilla premium yang manis dan creamy, sehingga terasa serasi saat dipadukan dengan kepahitan racikan espresso atau matcha di bawahnya.

Berdasarkan infoemasi dari pengelola kedai Te Tiam Nostalgia Social House, satu porsi menu viral ini dibanderol seharga Rp40.000 per cup. Namun, karena proses pencetakan puding 3D membutuhkan presisi dan waktu yang cukup lama, ketersediaan menu ini setiap harinya masih disajikan dalam jumlah terbatas bagi para pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....