Trik Menyimpan Roti agar Tidak Cepat Keras
- 08 Sep 2026 11:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Roti sering menjadi pilihan praktis untuk sarapan atau camilan. Namun, roti yang tidak disimpan dengan tepat bisa cepat kehilangan kelembutannya, menjadi keras, atau justru berjamur sebelum sempat dihabiskan.
Cara penyimpanan ternyata memiliki peran penting dalam mempertahankan kualitas roti. Tidak semua roti juga harus dimasukkan ke dalam kulkas karena suhu dingin dapat membuat tekstur roti lebih cepat berubah dan terasa keras.
Menurut Dr. Guy Crosby (2020), ahli kimia pangan yang pernah menjadi editor sains di America's Test Kitchen, perubahan tekstur roti berkaitan dengan proses alami pada pati yang membuat bagian dalam roti secara bertahap menjadi lebih keras setelah dipanggang.
Agar roti tetap enak dan tidak cepat keras, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Simpan dalam wadah tertutup
Roti sebaiknya disimpan dalam kemasan atau wadah yang dapat membantu mengurangi paparan udara. Udara yang terlalu banyak dapat membuat kelembapan roti berkurang sehingga teksturnya lebih cepat kering.
Jika kemasan asli sudah terbuka, roti dapat dipindahkan ke wadah tertutup atau kantong penyimpanan yang bersih.
Jangan buru-buru memasukkan roti ke kulkas
Untuk roti yang akan segera dikonsumsi, penyimpanan pada suhu ruang umumnya lebih baik untuk mempertahankan teksturnya dibandingkan menyimpannya di kulkas.
Suhu kulkas dapat mempercepat proses perubahan pati pada roti sehingga teksturnya terasa lebih keras. Karena itu, kulkas bukan selalu pilihan terbaik jika tujuan utamanya adalah mempertahankan kelembutan roti.
Bekukan jika tidak segera dimakan
Jika membeli roti dalam jumlah banyak dan tidak akan segera dihabiskan, freezer dapat menjadi pilihan.
Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa roti termasuk makanan yang dapat dibekukan selama beberapa bulan. Pembekuan dapat membantu memperpanjang masa simpan sekaligus mengurangi kemungkinan roti terbuang.
Simpan dalam porsi kecil
Jika ingin membekukan roti, pisahkan terlebih dahulu dalam beberapa porsi. Cara ini membuat pengguna hanya perlu mengambil jumlah yang akan dimakan tanpa harus mencairkan seluruh roti.
Roti juga dapat diberi label tanggal sebelum dimasukkan ke freezer sehingga lebih mudah mengetahui kapan pertama kali disimpan.
Hindari tempat yang panas dan lembap
Roti sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor, oven, atau tempat yang terkena panas langsung. Kondisi panas dan lembap dapat mempercepat penurunan kualitas dan meningkatkan risiko munculnya jamur.
Tempat penyimpanan yang bersih, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung lebih sesuai untuk menyimpan roti pada suhu ruang.
Jangan menyimpan roti yang sudah berjamur
Jika terlihat jamur pada salah satu bagian roti, sebaiknya jangan hanya membuang bagian yang terlihat dan mengonsumsi sisanya.
Roti memiliki tekstur berpori sehingga jamur dapat berkembang melewati bagian yang terlihat oleh mata. Karena itu, roti yang sudah berjamur sebaiknya dibuang seluruhnya.
Manfaatkan roti yang mulai keras
Roti yang sudah tidak selembut ketika pertama dibeli sebenarnya masih bisa dimanfaatkan selama tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Harvard T.H. Chan School of Public Health menyarankan roti yang sudah tidak segar untuk diolah menjadi remah roti atau crouton. Cara ini bisa menjadi alternatif agar makanan tidak langsung berakhir di tempat sampah.
Menyimpan roti agar tetap lembut sebenarnya tidak membutuhkan cara yang rumit. Wadah tertutup, tempat penyimpanan yang tepat, serta penggunaan freezer ketika roti tidak segera dikonsumsi dapat membantu mempertahankan kualitasnya.
Kebiasaan menyimpan makanan dengan tepat juga dapat membantu mengurangi pemborosan. Roti yang masih layak konsumsi tidak harus langsung dibuang hanya karena teksturnya sudah berubah, selama belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti jamur atau bau yang tidak normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....