Pisang Rebus Jadi Camilan Sehat, Kaya Nutrisi dan Cocok untuk Menu Harian

  • 18 Jul 2026 01:39 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember, – Pisang rebus menjadi salah satu olahan tradisional yang tetap diminati masyarakat karena rasanya yang manis alami dan cara pembuatannya yang sederhana. Selain mengenyangkan, pisang rebus juga dinilai lebih sehat dibandingkan olahan pisang yang digoreng karena tidak memerlukan tambahan minyak.

Pisang merupakan buah yang kaya akan karbohidrat, serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C. Dengan cara direbus, sebagian besar kandungan gizi tersebut tetap dapat dipertahankan sehingga baik dikonsumsi sebagai camilan maupun menu sarapan.

Dokter klinik Insan Medika Jember, Dr. Laila, mengatakan pisang rebus dapat menjadi pilihan makanan selingan yang sehat bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

"Pisang rebus merupakan pilihan camilan yang lebih sehat karena tidak melalui proses penggorengan. Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sedangkan kalium berperan menjaga fungsi otot dan membantu mengontrol tekanan darah," ujar laila saat ditemui di klinik Insan Medika Jember, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, pisang rebus juga mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Oleh karena itu, makanan ini cocok dikonsumsi sebelum beraktivitas atau setelah berolahraga sebagai pengganti energi yang hilang.

laila menambahkan, jenis pisang yang umum direbus antara lain pisang kepok, pisang tanduk, dan pisang uli karena memiliki tekstur yang padat serta cita rasa yang tetap manis setelah dimasak.

"Pisang rebus bisa dipadukan dengan sumber protein seperti telur rebus atau segelas susu rendah lemak agar kandungan gizinya lebih seimbang. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari tambahan gula atau pemanis berlebihan karena rasa manis alami pisang sebenarnya sudah cukup," katanya.

Sementara itu, pedagang pisang rebus di kawasan Pasar Tanjung Jember, Siti Aminah (48), mengatakan permintaan pisang rebus masih cukup tinggi, terutama pada pagi dan sore hari.

"Banyak pelanggan membeli pisang rebus untuk sarapan atau teman minum teh. Ada juga yang sengaja memilih pisang rebus karena sedang mengurangi makanan berminyak," ujar Siti.

Ia mengaku menjual sekitar 15 hingga 20 sisir pisang rebus setiap hari. Menurutnya, pembeli tidak hanya berasal dari kalangan lanjut usia, tetapi juga pekerja dan mahasiswa yang menginginkan camilan praktis dan mengenyangkan.

Selain mudah ditemukan, pisang rebus juga menjadi bagian dari budaya kuliner di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini kerap disajikan bersama kelapa parut, teh hangat, atau kopi sebagai teman bersantai bersama keluarga.

Ahli gizi mengingatkan, meski tergolong sehat, konsumsi pisang rebus tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Bagi orang dewasa, satu hingga dua buah pisang rebus sudah cukup sebagai camilan atau pelengkap menu makan agar asupan energi tetap seimbang.

Dengan kandungan nutrisi yang baik, harga yang terjangkau, serta proses pengolahan yang sederhana, pisang rebus menjadi salah satu pilihan camilan tradisional yang tidak hanya lezat, tetapi juga mendukung pola makan sehat masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....