Samarkand Bread, Roti Legendaris dari Jantung Uzbekistan

  • 03 Okt 2025 10:11 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Di kota kuno Samarkand, Uzbekistan, ada sebuah roti yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga membawa cerita dan tradisi berusia ratusan tahun. Namanya Samarkand Bread atau Samarkand non. Roti ini bukan sekadar makanan bagi masyarakat lokal, tapi juga merupakan simbol budaya, identitas, bahkan dianggap suci. Dari bentuknya yang bulat dengan motif khas di tengah, hingga cara memasaknya yang unik, setiap roti mengandung jejak sejarah dan ketekunan tangan manusia.

Yang membuat roti ini istimewa adalah proses pembuatannya yang masih sangat tradisional. Adonannya dibuat dari bahan sederhana: tepung, air, garam, dan ragi. Setelah itu, adonan diuleni dan dibiarkan mengembang selama beberapa jam. Setelah cukup mengembang, adonan dibentuk menjadi bundaran pipih, lalu bagian tengahnya dihiasi dengan cetakan bermotif menggunakan alat khusus bernama chekich. Tak lupa, taburan biji wijen atau biji hitam ditambahkan sebagai sentuhan akhir.

Namun, bagian paling menarik dari proses ini adalah saat roti dipanggang dalam tungku tanah liat tradisional bernama tandir. Roti ditempel langsung ke dinding bagian dalam tungku panas, dan ini membutuhkan keahlian tinggi agar roti tidak jatuh atau gosong. Proses pemanggangan berlangsung cepat karena suhu tungku yang sangat tinggi, menghasilkan roti dengan bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut serta harum.

Setiap harinya, ribuan roti Samarkand diproduksi dan dibagikan ke pasar maupun rumah-rumah penduduk. Rasanya tidak hanya nikmat, tapi juga dipercaya tidak serupa di tempat lain. Bahkan, ada legenda yang mengatakan bahwa roti Samarkand tidak akan terasa sama jika dibuat di luar kota tersebut karena “udara Samarkand” yang memberi cita rasa khas.

Tradisi ini bukan hanya soal rasa, tapi juga nilai. Di Uzbekistan, jika ada roti yang jatuh ke tanah, orang-orang akan mengangkatnya, menyentuh dahi mereka, lalu mencium roti tersebut sebagai bentuk penghormatan. Roti ini juga sering hadir dalam upacara penting seperti pernikahan, dan dipercaya membawa berkah dan kesatuan.

Samarkand Bread adalah bukti bahwa makanan bisa lebih dari sekadar bahan pokok tapi juga sebagai warisan, seni, dan jiwa sebuah kota. Dari aroma yang muncul saat roti dikeluarkan dari tandir, hingga rasa hangat yang tersisa di lidah, setiap gigitannya bercerita tentang cinta, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Samarkand.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....