Rempeyek Kembali Viral, Artis Ikutan Jualan

  • 21 Sep 2025 20:57 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Rempeyek, atau biasa disebut peyek, merupakan salah satu camilan tradisional Indonesia yang sudah melegenda. Dibuat dari campuran tepung beras, santan atau air, serta aneka bumbu seperti bawang putih dan ketumbar, rempeyek hadir dengan isian beragam seperti kacang tanah, teri, udang, hingga daun bayam. Proses pembuatannya yang digoreng tipis dalam minyak panas menghasilkan tekstur renyah khas yang disukai banyak orang. Camilan ini awalnya hadir sebagai pelengkap makanan seperti nasi pecel atau gudeg, tetapi seiring waktu rempeyek menjelma menjadi camilan yang berdiri sendiri, digemari oleh berbagai kalangan.

Dalam perkembangannya, rempeyek mengalami banyak inovasi. Jika dulu hanya dikenal dalam bentuk sederhana seperti rempeyek kacang atau rempeyek teri, kini variasinya semakin beragam. Ada rempeyek dengan daun bayam, kedelai, rebon, hingga versi kekinian dengan rasa keju, balado, atau bahkan BBQ. Selain varian rasa, evolusi juga terlihat dari kemasan dan teknik pemasaran. Rempeyek kini banyak dikemas secara eksklusif, menggunakan teknologi vacuum-pack agar tahan lama, bahkan dipanggang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang lebih sadar kesehatan.

Menariknya, rempeyek kembali mencuri perhatian publik. Lewat media sosial seperti TikTok dan Instagram, camilan ini kembali viral. Salah satu faktor yang membuat rempeyek kembali naik daun adalah keterlibatan sejumlah artis yang mulai menekuni bisnis rempeyek. Adik dari diva Indonesia, Syahrini, yaitu Aisyahrani, diketahui turut membuka usaha peyek dengan konsep premium. Ia menjual rempeyek dengan branding “Peyek Cetarrr”, membidik pasar dengan menggunakan strategi jargon legendaris milik sang adik.

Tak kalah mengejutkan, penyanyi Pinkan Mambo juga turut meramaikan tren ini. Lewat akun media sosialnya, ia sempat viral karena menjual peyek secara live di TikTok dan Instagram. Meski awalnya sempat menjadi bahan olok-olok, justru pendekatan jujur dan emosional yang ia tampilkan membuat rempeyek jualannya laku. Fenomena ini membuktikan bahwa rempeyek memiliki potensi bisnis yang besar, apalagi bila dikemas dengan strategi pemasaran yang tepat dan mengandalkan kekuatan personal branding.

Dari dapur tradisional hingga spotlight media sosial, rempeyek terus menunjukkan eksistensinya. Bukan lagi sekadar camilan pinggiran, melainkan bagian dari gelombang kebangkitan kuliner lokal yang bisa bersaing di pasar modern. Camilan ini membuktikan bahwa makanan sederhana pun bisa naik kelas bila dikelola dengan kreativitas dan strategi. Tak hanya mengenyangkan, rempeyek kini juga menginspirasi, membuka peluang usaha, dan menjadi simbol bagaimana warisan kuliner bisa terus relevan di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....