Restoran Michelin Paris Beralih ke Menu Berbasis Tumbuhan

  • 29 Jul 2025 13:44 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Restoran mewah Arpège di Paris yang dipimpin oleh chef legendaris Alain Passard mengambil langkah revolusioner dengan menghapus hampir seluruh produk hewani dari menunya, menjadikannya salah satu restoran berbintang tiga Michelin pertama di Prancis yang sepenuhnya menawarkan hidangan berbasis tumbuhan.

Laporan Reuters pada Jumat, 25 Juli 2025, dan mempertegas reputasi Arpège sebagai pelopor dalam kuliner modern yang berkelanjutan. Chef Alain Passard, yang kini berusia 68 tahun, memang telah lama dikenal sebagai inovator dapur sayur. Sejak tahun 2001, ia berhenti menyajikan daging merah dan mengandalkan hasil kebun miliknya sebagai bahan utama. Kini, ia melangkah lebih jauh: meniadakan daging, ikan, dan produk susu, dengan satu-satunya pengecualian adalah madu yang berasal dari sarang lebah milik restoran.

“Semua kenangan saya bersama bahan hewani akan selalu saya hargai. Tapi kini saya bertransformasi menjadi juru masak yang berbeda—lebih mirip pelukis atau penjahit,” ungkap Passard.

Di tangan Passard, sayur bukan sekadar pelengkap. Ia menciptakan hidangan-hidangan artistik dan imajinatif seperti mosaik tomat warna-warni, terong panggang dengan melon confit, hingga kombinasi rumit antara wortel, daun bawang, dan kubis dalam harmoni rasa yang memukau.

Menu makan siang di Arpège dibanderol mulai dari 260 euro, sementara menu lengkap dengan beberapa kursus dapat mencapai 420 euro (sekitar Rp7 juta). Meskipun harganya tinggi, restoran ini tetap menarik perhatian pecinta kuliner dari seluruh dunia yang ingin merasakan pengalaman bersantap berbasis tumbuhan di level tertinggi.

Keputusan Arpège mencerminkan tren global di dunia gastronomi kelas atas, di mana keberlanjutan dan kesadaran lingkungan mulai menjadi perhatian utama. Sebelumnya, restoran ternama Eleven Madison Park di New York juga telah mengambil langkah serupa di bawah kepemimpinan chef Daniel Humm.

Pada saat yang sama, perhatian terhadap isu konsumsi daging juga meningkat secara global. Saat perhelatan Olimpiade Paris 2024, misalnya, panitia penyelenggara turut mengurangi porsi makanan berbasis daging untuk mendukung pola konsumsi yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Transformasi Arpège bukan hanya soal perubahan bahan baku. Ini adalah pernyataan filosofi—bahwa kemewahan dan kelezatan tidak harus datang dari daging, melainkan dari kreativitas dalam mengolah hasil bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....