Tembiluk: Kuliner Ekstrem Kaya Nutrisi dari Hutan Kalimantan

  • 31 Mei 2025 14:49 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember: Cacing tembiluk, dikenal juga dengan nama ilmiah Bactronophorus thoracites, merupakan salah satu kuliner ekstrem yang dikonsumsi oleh masyarakat Suku Dayak di Kalimantan.Hewan ini hidup di dalam batang kayu lapuk di daerah pasang surut sungai dan telah menjadi bagian dari tradisi kuliner lokal selama bertahun-tahun.

Meskipun tampilannya mungkin kurang menggugah selera bagi sebagian orang, cacing tembiluk memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.Menurut data dari National Conference on The Humanities and Social Sciences, cacing tembiluk mengandung:

  • Karbohidrat: 55,75%

  • Protein: 10,60%

  • Lemak: 3,90%

  • Kadar air: 13,58%

  • Kandungan abu (mineral): 16,17%

Kandungan protein yang cukup tinggi menjadikan cacing tembiluk sebagai sumber nutrisi alternatif, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dengan akses terbatas terhadap sumber protein konvensional.

Manfaat Kesehatan dan Kepercayaan Lokal

Selain sebagai sumber nutrisi, cacing tembiluk juga dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan oleh masyarakat Suku Dayak.Beberapa di antaranya adalah:

  • Meningkatkan produksi ASI

  • Meredakan nyeri pinggang dan rematik

  • Mengobati malaria, batuk, dan flu

  • Meningkatkan nafsu makan dan vitalitas pria

Meskipun klaim-klaim ini belum didukung oleh penelitian ilmiah yang luas, kepercayaan terhadap manfaat cacing tembiluk telah menjadi bagian integral dari budaya dan pengobatan tradisional masyarakat Dayak.

Cara Konsumsi

Cacing tembiluk biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar setelah dibersihkan, atau diolah dengan cara ditumis atau dimasak dalam sayur bening.Rasanya digambarkan sebagai lembut dengan cita rasa manis dan sedikit hambar, tergantung pada sumber kayu tempat cacing tersebut ditemukan.


Cacing tembiluk merupakan contoh unik dari kekayaan kuliner Indonesia yang mencerminkan hubungan erat antara masyarakat dan lingkungan sekitarnya.Dengan kandungan gizi yang cukup tinggi dan kepercayaan terhadap manfaat kesehatannya, cacing tembiluk tetap menjadi bagian penting dari budaya dan tradisi kuliner Suku Dayak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....