Mengenal Mata Uang SDR Bentukan IMF
- 14 Des 2025 16:16 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Special Drawing Rights (SDR) adalah aset cadangan internasional yang diciptakan oleh International Monetary Fund (IMF) pada tahun 1969. Menurut Investopedia, SDR dirancang untuk melengkapi cadangan devisa negara-negara anggota serta meningkatkan likuiditas global, terutama ketika sistem moneter internasional terlalu bergantung pada emas dan dolar Amerika Serikat sebagai alat penyelesaian transaksi internasional.
Pembentukan SDR dilatarbelakangi oleh keterbatasan pasokan emas dan dolar AS dalam mendukung pertumbuhan perdagangan global dan transaksi keuangan internasional. IMF kemudian memperkenalkan SDR sebagai instrumen cadangan tambahan yang dapat digunakan negara anggota untuk memperkuat posisi neraca pembayaran mereka.
Berbeda dengan mata uang konvensional, SDR bukanlah uang yang beredar di masyarakat. Investopedia menjelaskan bahwa SDR merupakan instrumen keuangan buatan IMF yang nilainya ditentukan berdasarkan sekeranjang mata uang utama dunia. IMF menggunakan SDR terutama sebagai satuan hitung internal dan sebagai aset cadangan yang dialokasikan kepada negara anggota sesuai dengan porsi kuota mereka.
\Komposisi SDR dievaluasi setiap lima tahun sekali. Sejak Agustus 2022, nilai SDR ditentukan berdasarkan lima mata uang utama, yakni dolar AS (43,38 persen), euro (29,31 persen), renminbi Tiongkok (12,28 persen), yen Jepang (7,59 persen), dan pound sterling Inggris (7,44 persen). Bobot ini mencerminkan peran masing-masing mata uang dalam perdagangan internasional dan sistem keuangan global.Menurut IMF, mata uang yang masuk dalam keranjang SDR harus memenuhi kriteria sebagai “freely usable currency”, yaitu mata uang yang digunakan secara luas dalam transaksi internasional dan aktif diperdagangkan di pasar valuta asing utama. Penilaian tersebut didasarkan pada indikator seperti cadangan devisa global, denominasi surat utang internasional, volume transaksi valas, serta peran mata uang dalam pembayaran lintas negara dan pembiayaan perdagangan.Alokasi SDR kepada negara anggota ditentukan oleh besarnya kuota IMF masing-masing negara. Negara dengan perekonomian besar memiliki kuota dan alokasi SDR yang lebih tinggi. Sebagai contoh, Amerika Serikat memiliki kuota jauh lebih besar dibandingkan negara-negara berpenghasilan rendah seperti Afghanistan. Investopedia mencatat bahwa sekitar 42,3 persen alokasi SDR dimiliki oleh negara berkembang dan emerging markets, dengan sekitar 3,3 persen dialokasikan khusus untuk negara berpendapatan rendah. IMF hanya dapat mengalokasikan SDR jika memenuhi tujuan untuk menambah aset cadangan global dalam jangka panjang dan mendapatkan persetujuan minimal 85 persen dari total kekuatan suara anggota. Pada 2 Agustus 2021, IMF melakukan alokasi SDR terbesar sepanjang sejarah, yakni senilai 650 miliar dolar AS, untuk membantu negara-negara anggota menghadapi dampak ekonomi pandemi COVID-19.
Setelah menerima SDR, negara anggota memiliki beberapa pilihan pemanfaatan. SDR dapat disimpan sebagai bagian dari cadangan devisa, ditukarkan dengan mata uang yang dapat digunakan secara bebas, atau digunakan untuk membayar kewajiban kepada IMF, termasuk pembayaran bunga, pelunasan pinjaman, dan penyesuaian kuota keanggotaan. Negara anggota juga dapat memperdagangkan SDR melalui mekanisme sukarela atau atas arahan IMF.SDR memiliki tingkat bunga tersendiri yang dikenal sebagai SDR interest rate (SDRi). Tingkat bunga ini digunakan sebagai dasar perhitungan bunga pinjaman IMF serta imbal hasil atas kepemilikan SDR negara anggota. Menurut IMF, SDRi ditetapkan setiap minggu berdasarkan rata-rata suku bunga utang pemerintah jangka pendek dari negara-negara dengan mata uang dalam keranjang SDR, dengan batas minimum lima basis poin.Meski kerap disebut sebagai “paper gold”, SDR tidak dianggap sebagai mata uang maupun klaim langsung atas aset IMF. Istilah tersebut muncul karena pada awal pembentukannya SDR diposisikan sebagai pelengkap cadangan emas dan mata uang utama dunia. Investopedia menegaskan bahwa SDR lebih tepat dipahami sebagai klaim potensial terhadap mata uang yang dapat digunakan secara bebas milik negara-negara anggota IMF.Secara teoritis, SDR berpotensi berfungsi sebagai mata uang cadangan global dan bahkan menggantikan dominasi dolar AS. Namun, mengingat kuatnya posisi dolar dalam perdagangan dan keuangan internasional, Investopedia menilai skenario tersebut masih sangat kecil kemungkinannya dalam waktu dekat.Dengan demikian, SDR merupakan instrumen penting dalam arsitektur keuangan global modern. Meski tidak beredar seperti mata uang biasa, peran SDR dalam menjaga stabilitas sistem moneter internasional dan menyediakan likuiditas tambahan terbukti krusial, terutama dalam menghadapi krisis global seperti pandemi COVID-19.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....