Anemia atau Kurang Darah, Musuh Serius Generasi Muda
- 21 Mei 2024 10:14 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Anemia merupakan kondisi penyakit dimana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Kondisi ini dapat disebut sebagai kekurangan darah. Kondisi ini sering dijumpai pada banyak remaja putri, tetapi nyatanya masih sering diabaikan. Hal ini dialami karena adanya proses menstruasi, sehingga banyak darah yang keluar dari tubuhnya secara rutin setiap bulannya.
Inilah yang menjadi salah satu perhatian PIK-R Jendela SMA Negeri 4 Jember. Dalam kesempatannya dalam program Jaga Malam, Senin (20/05/2024), para anggotanya sepakat bahwa anemia punya risiko dan dampak yang cukup besar apabila diabaikan. Gagal ginjal dan kehilangan nyawa saat melahirkan jadi salah satu risiko serius bagi penderita anemia. Transfusi darah juga mungkin dilakukan apabila angka hemoglobin (Hb) dibawah standar.
Mereka menyampaikan juga bahwa anemia dapat dikenali melalui wajah terlihat pucat serta bagian bawah bola mata, kuku, dan telapak tangan tidak terlihat kemerahan. Selain itu, ciri lainnya yaitu mudah pusing dan kelelahan, rambut mudah rontok, dan kulit kering. Namun tak perlu kuatir, ketiga anggota PIKR yang hadir pada saat itu, Zahra, Icha, dan Hilda, mengatakan bahwa anemia ini dapat ditangani dan diantisipasi. Mereka menyampaikan bahwa edukasi tentang anemia dan pola makan yang teratur perlu dilakukan sedini mungkin.
Anemia dapat ditangani dengan pola makan yang bergizi dan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) saat menstruasi. Daging merah, bayam, kacang-kacangan, daun singkong merupakan makanan yang patut dikonsumsi untuk meningkatkan zat besi sebagai penambah darah.
Mereka menyampaikan bahwa edukasi tentang anemia dapat menjaga diri sendiri dan orang lain dari berbagai dampak yang nantinya dihasilkan. “Anemia ini jadi sumber masalah untuk remaja. Jadi kalau ingin memiliki generasi penerus, kita perlu sadarkan terus menerus,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....